Polisi selidiki aliran dana pemesanan bom ke terduga teroris alumni Universitas Riau

Senin, 4 Juni 2018 15:07 Reporter : Merdeka
Polisi selidiki aliran dana pemesanan bom ke terduga teroris alumni Universitas Riau Brigjen Pol Mohammad Iqbal. ©2018 Merdeka.com/Nur Habibie

Merdeka.com - Teroris penyerang Mapolda Riau diketahui sempat berkomunikasi dengan terduga teroris berinisial MNZ yang ditangkap di Universitas Riau, Sabtu (2/6). Polisi pun menyelidiki soal pembayaran atas transaksi yang nyatanya upaya pemesanan bom itu.

"Nah itu sedang kita dalami (pemberian uang). Tetapi ada koneksi memang dari bukti yang kita miliki, baik digital dan lain-lain. Ada koneksi antara terduga seseorang yang juga koneksi seorang penyerang Mapolda Riau buat kami lumpuhkan beberapa saat yang lalu dengan MNZ ini," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Mohammad Iqbal di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (4/6).

Menurut Iqbal, tidak menutup kemungkinan memang ada aliran dana atas pemesanan bom yang dilakukan pelaku penyerangan Mapolda Riau yakni Mursalim alias Ical alias Pak Ngah terhadap MNZ. Sebab, mereka memang saling terkoneksi dalam satu jaringan terorisme yakni Jemaah Ansharut Daulad (JAD).

"Pasti. Kita telusuri (aliran dana). Tim (penyidik) itu pasti bercabang-cabang. Sub tim, termasuk sub tim yang akan melakukan penyelidikan, termasuk scientific identification di bidang anggaran," jelas Iqbal.

Polisi hingga kini masih memeriksa tiga terduga teroris yang ditangkap di Universitas Riau. Penyidik masih mengusut dari jaringan mana ketiga pelaku ini atau ada serta tidaknya mahasiswa yang terlibat.

"Ketiganya alumni, Z alumni tahun 2002 jurusan pariwisata, D alumni 2005 jurusan administrasi dan K alumni 2004 jurusan komunikasi," kata ujar Kapolda Riau Irjen Nandang di Mapolda Riau, Sabtu 2 Juni 2018 malam.

Nandang menyatakan, Z alias MNZ merupakan otak dari rencanan teror terhadap kantor DPR ini. Dia disebut sebagai perakit setelah belajar dari Instagram dan mengajak melakukan teror di media sosial dimaksud.

"Mengajak melakukan amaliah dengan bom bunuh diri," kata Nandang.

Reporter: Nanda Perdana Putra
Sumber: Liputan6.com [dan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini