Polisi Sebut Status Kasus OTT Kemendikbud Masih Wajib Lapor

Sabtu, 23 Mei 2020 13:23 Reporter : Nur Habibie
Polisi Sebut Status Kasus OTT Kemendikbud Masih Wajib Lapor KPK. ©2017 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri mengatakan, pihaknya belum menemukan adanya pelanggaran negara terkait kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang terjadi di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Sehingga, belum adanya tersangka dalam kasus tersebut.

"Betul memang ada penyelenggara negara yakni rektor, tetapi setelah dilakukan pemeriksaan ternyata belum ditemukan perbuatan yang pelakunya pelanggaran negara," kata Ali Fikri di Polda Metro Jaya, Sabtu (23/5).

Usai melakukan OTT terhadap Kabag Kepegawaian UNJ Dwi Achmad Noor. Penyidik KPK langsung mencari tahu asal usul uang yang menjadi bukti dalam OTT tersebut.

"Kemudian KPK menindaklanjuti dengan meminta keterangan sejumlah pihak, ada enam, jadi ada tujuh dengan DAN (Dwi Achmad Noor)," ujarnya.

Tujuh orang tersebut yakni Komarudin (Rektor UNJ), Dwi Achmad Noor (Kabag Kepegawaian UNJ), Sofia Hartati (Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan), Tatik Supartiah (Analis Kepegawaian Biro SDM Kemendikbud), Diah Ismayanti (Karo SDM Kemendikbud), Dinar Suliya (Staf SDM Kemendikbud) dan Parjono (Staf SDM Kemendikbud).

Ali menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan terhadap tujuh orang tersebut. Pihaknya berpendapat dari keterangan yang ada ternyata pemenuhan perbuatan pelaku penyelenggara negara belum ditemukan saat itu.

Oleh karena itu, kasus tersebut kemudian dilimpahkan ke Polda Metro Jaya yang kini sedang dilakukan penyelidikan oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

"Maka tanggal 21 Mei 2020 diserahkanlah kasus tersebut kepada kepolisian, dan dalam hal ini ditindaklanjuti oleh Polda Metro Jaya, saya kira itu clear," ucapnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menambahkan, pihaknya sedang menyelidiki kasus yang dilimpahkan oleh KPK terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Karena, kasus tersebut baru saja dilimpahkan pada Kamis (21/5).

"Itu masih penyelidikan, ini lagi didalami konstruksi daripada peristiwanya seperti apa, karena baru diserahkan," kata Yusri.

Dalam kasus ini sendiri, pihaknya belum menetapkan satu orang tersangka pun. Karena, memang masih didalam atau diselidik oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

"Sama seperti gini, ada ini saya serahkan dulu ke kamu, ini saya tangkap ini. Tapi yang nangkep siapa, saya kan? Setelah diserahkan, apa itu kamu yang nangkep? Bukan kan. Saya pelajari dulu, ini ditangkep kenapa ini, masalahnya apa ini, gitu namanya dipelajari dulu. Belum langsung tersangka, orang masih penyelidikan masa tersangka," jelasnya.

Nantinya, pihaknya akan melakukan klarifikasi terhadap sejumlah orang yang terlibat atas kasus tersebut. Hal itu untuk mengetahui apa masalah yang sebenarnya terjadi.

"Kita cek dulu, apa sih masalahnya yang diserahkan ke kita ini, itu namanya didalami konstruksi daripada peristiwa apa yang ada. Kalau kita mau tarik lagi, itu pun polisi masih penyelidikan. Apa tindak lanjut ke depan, kita akan klarifikasi bukan memanggil paksa. Masa langsung tersangka, berarti udah penyidikan dong," ujarnya.

Kini, ketujuh orang yang terlibat dalam kasus tersebut tidak dilakukan penahanan terhadap yang bersangkutan. Karena, proses ini sendiri masih tahap penyelidikan.

"Ketujuh orang itu sementara dipulangkan dengan status wajib lapor," ucapnya.

Keputusan itu diambil setelah pihaknya melakukan gelar perkara sementara atas kasus tersebut. Oleh karena itu, pihaknya akan mengagendakan pemanggilan terhadap tujuh orang tersebut untuk dimintai klarifikasi.

"Baru tadi malam kita selesai gelar perkara sementara ketujuh orang kita kembalikan dulu sementara tapi wajib lapor, kasus masih didalami penyelidik. Nanti akan dipanggil lagi tujuh orangnya, nanti akan kita rencanakan seperti apa," tutupnya. [ded]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Operasi Tangkap Tangan KPK
  3. KPK
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini