Polisi Sebut Keributan Cabor Gulat PON XX Diduga Akibat Protes Keputusan Juri

Selasa, 12 Oktober 2021 16:20 Reporter : Nur Habibie
Polisi Sebut Keributan Cabor Gulat PON XX Diduga Akibat Protes Keputusan Juri Stadion di Papua. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Viral di media sosial keributan pertandingan gulat putra di Venue Gor Hiad Sai, Papua. Dalam akun @Cetul222, kejadian itu terjadi pada Senin, 11 Oktober 2021 kemarin.

Kapolres Merauke AKBP Untung Suryanata Sangaji mengatakan, kejadian itu terjadi saat adanya protes dari salah satu kontigen atas pertandingan tersebut.

"Telah terjadi aksi protes oleh official atlet gulat dari Papua yang berujung keributan pada saat pertandingan final juara 3 dan 4 gulat gaya bebas putra Kelas 74 Kg antara Papua lawan Kalsel. Sehingga pertandingan discorsing sambil menunggu hasil rapat internal panitia dengan tim Oficial masing masing kontingen," kata Untung saat dihubungi, Selasa (12/10).

Kejadian itu berawal pada saat pukul 18.15 Wit. Pertandingan gulat tersebut dihentikan pada menit 04.58 oleh wasit. Hal dikarenakan adanya protes dari pelatih Papua yang menggangap adanya kesalahan.

"Ada protes dari Pelatih Papua yang menganggap bahwa ada kesalahan penilaian dari dewan juri, karena pada saat permainan skor sementara 3- 3 dengan tersisa waktu tinggal 3 detik terakhir," jelasnya.

Dari protes tersebut, wasit berkoordinasi dengan dewan juri dengan hasil dewan juri menerima protes dari pelatih Papua dengan mengecek kembali pada tayangan ulang itu.

"Setelah melaksanakan pengecekan tayangan ulang oleh dewan juri, maka dewan juri memberi skor tambahan 1 nilai untuk Provinsi Kalsel," paparnya.

Merasa tidak terima dengan keputusan wasit tersebut, pelatih dan sporter Papua masuk ke dalam arena pertandingan dan mengejar dewan juri. Mereka memukul layar kaca tv hingga rusak serta meja juri yang dibuatnya sampai jebol.

Pihak keamanan langsung memasuki arena pertandingan dan menenangkan para pelatih dan suporter dari Papua. Karena, saat itu pihaknya tidak berada di dalam ruangan pertandingan.

"Jadi bukan kita enggak ada, ada cuma kita ditempatkan oleh juri bukan di posisi mereka. Kita kan harus jaga semuanya, kita harus amankan semuanya. Kita disuruh pergi ke pintu masuk, jauh dari posisi juri dan wasit situ. Jadi saat itu kita mau ambil tindak, mereka sudah berlarian merusak dan sebagainya setelah keributan itu," sambungnya.

Polisi tak ingin adanya kejadian serupa terjadi kembali terutama di wilayah hukumnya. Dia ingin agar setiap pertandingan dalam PON XX tersebut dapat berjalan lancar.

"Saya selaku Kapolres Merauke telah berjanji bahwa pelaksanaan PON XX/Papua 2021 Sub Cluster merauke berjalan lancar dan aman," tambahnya.

Pertandingan itu sendiri telah dimenangkan oleh atlet asal Kalimantan Selatan (Kalsel). Sebab, tim gulat Papua tidak memenuhi panggilan panitia sebanyak 3 kali.

"Pukul 19.31 WIT pertandingan dimulai oleh panitia, untuk atlet pegulat dari Kalsel memasuki arena. Kemudian pihak panitia/juri melakukan pemanggilan terhadap atlet gulat Papua sebanyak 3 kali panggilan, namun tidak memasuki arena pertandingan," ucapnya. [ray]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. PON XX Papua
  3. Papua
  4. Polisi
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini