Polisi Sarankan Tes Swab Rizieq Syihab, Begini Reaksi Petinggi FPI

Minggu, 22 November 2020 16:05 Reporter : Bachtiarudin Alam
Polisi Sarankan Tes Swab Rizieq Syihab, Begini Reaksi Petinggi FPI Baliho Rizieq Shihab di Kota Bogor diturunkan. ©2020 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Wakil Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI), Aziz Yanuar menanggapi upaya aparat mendatangi kediaman Rizieq Syihab untuk dilakukan tes swab karena beredar kabar kesehatan Rizieq menurun.

Menurutnya, adanya informasi keputusan Rizieq tak mau bertemu dengan orang ikut memunculkan spekulasi yang tidak benar. Karena sampai saat ini kondisi Rizieq sehat dan beraktivitas seperti biasa.

"Beliau sehat, tapi emang tidak mau ketemu orang dulu. Karena itu kan bagian dari privasi-lah, jadi kita hormati," ujar Aziz saat dihubungi merdeka.com, Minggu (22/11).

Kendati demikian terkait permintaan tes swab yang dilakukan oleh pihak pemerintah, Aziz tak bisa menyebutkan kapan waktu Rizieq akan melakukan tes swab.

"Kalau dari Habib Rizieq sendiri saya tidak tahu karena itu bagian dari pribadi dan keluarganya, saya tidak berani berkomentar. Tapi kalau dari kita, dari FPI memandang bahwa tes swab itu kan hak, jadi enggak bisa dipaksa orang untuk dipaksa-paksa. Apalagi FPI punya tim (kesehatan) dari HILMI (Hilal Merah Indonesia), ada Mer-C, gitu kan. Jadi kita bisa tes swab sendiri gitu," tuturnya.

Atas hal itu, Aziz juga meminta kepada pemerintah agar tidak seraya mengistimewakan pihak Rizieq, FPI, maupun menyoroti kawasan Petamburan, pasalnya masih banyak sektor yang membutuhkan perhatian lebih dikala Pandemi Covid-19.

"Jadi sudahlah, kita juga pahamlah. Jadi tak perlu kita diistimewakan untuk tes swab gratis atau apalah. Karena yang urgen untuk Tim Gugus Covid-19 itu harusnya salah satunya di Mabes Polri, di mana tahanan-tahanan itu diduga terkena Covid-19," ujarnya.

"Jadi kalau kita bicara Gugus Covid-19 ini, kalau bicara kesehatan dan kemanusiaan itu lebih utama di Mabes Polri. Nah kenapa kita pusing ribut-ribut bahas yang ada di Petamburan, Megamendung, alasannya apa," tambahnya.

Selain soal permintaan tes swab, Aziz juga menyoroti keterangan Ketua Satgas Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo yang menerima laporan adanya gangguan saat upaya pelacakan massa terdampak penularan virus Corona atau Covid-19 dalam acara yang melibatkan pentolan Rizieq.

"Sekarang gini, walau kita tidak tahu itu benar atau tidak (dihalang-halangi) tapi saya aneh ya, yang udah nyata di Mabes Polri itu enggak diproses, enggak diurus, enggak di-tracing itu. Tahanannya ayo dong diurus," tuturnya.

Kendati demikian, saat ditanyakan apakah tim kesehatan yang telah disiapkan FPI telah melakukan tindakan medis maupun melakukan tes Covid-19, Aziz enggan memberikan informasi.

"Ya itu kan rahasia kita, kalau memang kita sehat walafiat, kita masih aman. Faktanya kondisi kita masih sehat-sehat saja jadi tak perlulah kita diistimewakan gitu loh," ujarnya.

Aparat Datangi Kediaman Habib Rizieq

Sebelumnya, Polisi bersama aparat keamanan lainnya menyambangi kediaman Rizieq Syihab di Petamburan, Jakarta Pusat, Sabtu (21/11) malam. Hal itu lantaran beredar kabar Rizieq sedang sakit dan dirawat di rumahnya.

"Karena sekarang ini yang beredar kan Pak Habib sakit, jadi kami ke sana. Tetapi tidak bisa langsung ketemu dengan beliau. Kami ketemu dengan salah satu petugas yang ada di situ, yaitu Ustad Yono (Mantan Ketua DPC FPI Tanah Abang)," ujar Kanit Patroli Polsek Tanah Abang Kompol Margiyono saat dikonfirmasi, pada Minggu (22/11).

Margiyono menyampaikan alasan kedatangannya bersama aparat keamanan lain karena kabar sakitnya Rizieq yang diketahui usai adanya sejumlah kegiatan yang menimbulkan kerumunan masa. Akan tetapi, kedatangan aparat keamanan tidak dapat bertemu secara langsung dengan Rizieq.

"Kemudian kami sampaikan pesan-pesan dari kepolisian kalau kemarin kan sangat intens ya ketemu dengan orang banyak, sangat luar biasa sekali ya. Terus kemudian setelah itu kok ada berita beliau sakit. Maka kami mendatangi kami mengecek, tapi ini diduga loh ya, diduga ya bisa terpapar. Ini namanya diduga itu bisa, iya bisa tidak," jelasnya.

Oleh karena itu, Margiyono mengatakan pada saat itu turut menyarankan kepada pihak Rizieq untuk melakukan tes swab guna mematikan statusnya apakah terpapar Covid-19 atau tidak. Namun respons keluarga tak memberikan kepastian kapan waktu tes swab akan dilakukan.

"Belum ada jadwal itu (tes swab), tapi ya (pihak Rizieq) menerima saran kami, cuman kapannya gitu atau mau atau tidak. Kami belum mendapatkan jawabannya," jelasnya. [did]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini