Polisi Ringkus Pasangan Suami Istri Pengedar Sabu di Denpasar

Kamis, 14 Oktober 2021 11:55 Reporter : Moh. Kadafi
Polisi Ringkus Pasangan Suami Istri Pengedar Sabu di Denpasar Ilustrasi borgol. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Pasangan Suami Istri (Pasutri) bernama Putri (21) dan Rommy (25) ditangkap kepolisian Polresta Denpasar, Bali, karena menjadi pengedar narkoba jenis sabu. Mereka diamankan pada Jumat (1/10) lalu, sekitar pukul 21:30 Wita, di tempat indekosnya di kawasan Juwet Sari, Denpasar Selatan, Bali.

"Untuk barang bukti yang diamankan, 28 plastik klip sabu dengan berat bersih 42,46 gram," kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan, di Mapolresta Denpasar, Bali, Kamis (14/10).

Kasus ini terungkap berawal hasil penyelidikan kepolisian yang mengetahui akan ada transaksi narkoba di TKP. Kemudian, polisi mendatangi TKP dan lalu melihat gerak-gerik pelaku yang mencurigakan, Mengetahui hal tersebut, polisi langsung melakukan penangkapan dan penggeledahan di kamar indekos pasutri tersebut.

"Modusnya, menyimpan narkotika jenis sabu di rumah indekosnya dan perannya pengedar. Dari keterangan mereka baru mengedarkan tiga bulan di Bali," imbuhnya.

Sementara, dari keterangan pasutri yang mengaku dari Jakarta ini, mendapatkan barang haram tersebut dari seseorang yang biasa dipanggil Roy dengan cara mengambil tempelan dan berperan sebagai kurir narkoba jenis sabu untuk mendapatkan upah Rp50.000.

Sementara motifnya mereka melakukan hal itu karena kebutuhan ekonomi. Pasutri ini, awalnya datang ke Bali pada tahun 2020 dengan bekerja di tempat cuci mobil. Namun, karena tergiur dengan gampang mendapatkan uang menjadi kurir akhirnya mereka memilih jadi pengedar sabu.

"Dulunya mereka (bekerja) cuci mobil terus karena tidak ada pekerjaan lain mungkin ada yang menawarkan mereka melihat gampang (dapat uang) akhirnya mereka ikut. Kemudian beralih, tiga bulan terakhir mengedarkan narkoba. Dan ini, lagi didalami siapa yang mengajak mereka sampai menjadi pengedar," terang Jansen.

Mereka dijerat dengan Pasal 112 Ayat (2) Undang-undang RI, No 35 Tahun 2009, tentang narkotika dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp800 juta dan paling banyak Rp8 miliar. [fik]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kasus Narkoba
  3. Denpasar
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini