Polisi Reka Ulang Kasus Pemerkosaan dan Pembunuhan Inah Antimurti

Senin, 28 Januari 2019 12:36 Reporter : Irwanto
Polisi Reka Ulang Kasus Pemerkosaan dan Pembunuhan Inah Antimurti Reka ulang kasus pembunuhan dan pemerkosaan Inah. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel menggelar reka ulang kasus perkosaan dan pembunuhan Inah Antimurti (20) yang mayatnya dibakar para pelaku. Terungkap, pembunuhan itu sudah direncanakan otak pelaku, Asri (30) yang mengajak empat temannya.

Rekonstruksi digelar di Mapolda Sumsel, Senin (28/1), diperankan kelima tersangka. Reka ulang dimulai saat tersangka Asri mengatur rencana melakukan pembunuhan dengan meminta korban datang ke kontrakannya di Desa Talang Tengah, Kecamatan Gelumbang, Muara Enim, Sumsel, Sabtu (19/1) sore.

Keduanya terlibat cekcok mulut yang membuat tersangka semakin sakit hati. Kemudian tersangka menghubungi empat tersangka lain, Feri (30), Febriansyah (16), Abdul Malik (22) dan Dian Prayoga (16). Di sana, mereka menggelar pesta sabu.

Pukul 22.00 WIB, korban diperkosa oleh tersangka Asri. Lantaran melawan, tersangka menjerat leher korban dengan kawat tembaga.

Korban tak kunjung tewas yang membuat tersangka memukul kepalanya dengan kayu balok sebanyak tiga kali hingga tewas.

Lalu, tersangka Malik memperkosa mayat korban. Kemudian, mereka mengikat tubuh korban dan dimasukkan ke karung lalu dibakar bersama spring bed dan barang-barang milik korban di Desa Sungai Rambutan, Indralaya Utara, Ogan Ilir.

Direktur Reskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Yustan Alpiani mengungkapkan, reka ulang sebanyak 23 adegan itu sesuai dengan keterangan setiap tersangka. Tersangka Asri menjadi otak perkosaan pembunuhan dan empat tersangka lain memiliki peran masing-masing atas perintah Asri.
"Semuanya cocok dengan keterangan empat tersangka yang lebih dulu ditangkap dan otak pelaku yang menyerahkan diri," ungkap Yustan.

Dikatakannya, pembunuhan sudah direncanakan oleh Asri yang merupakan otak pelaku. Motifnya karena masalah utang narkoba.

"Tapi apakah korban hanya pemakai atau pengedar diperlukan penyelidikan lebih lanjut. Yang jelas motifnya karena utang narkoba," ujarnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 340 KUHP juncto Pasal 338 KUHP dengan ancaman pidana mati. "Untuk dua tersangka di bawah umur kita serahkan ke proses pengadilan karena ada peradilan khusus bagi mereka," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, pengungkapan kasus ini berawal dari temuan mayat wanita dalam kondisi terbakar di atas spring bed di semak-semak Desa Rambutan, Indralaya Utara, Ogan Ilir, Minggu (20/1) sore. Mayat itu diketahui bernama Inah Antimurti (20) seorang janda satu anak asal Desa Pedataran, Gelumbang, Muara Enim.

Sementara penangkapan para pelaku berawal dari adanya sepeda motor korban jenis Honda Beat nomor polisi BG 3262 KAI di rumah saksi Andika (26) di Desa Talang Taling, Selasa (22/1). Saksi menyebut motor itu dititipkan Asri dan Feri kepadanya pada Minggu (20/1) sore. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini