Polisi Pertimbangkan Terapkan Ganjil Genap di Jalur Wisata Banyumas

Jumat, 22 Oktober 2021 21:02 Reporter : Fikri Faqih
Polisi Pertimbangkan Terapkan Ganjil Genap di Jalur Wisata Banyumas ganjil genap. ©2018 liputan6.com

Merdeka.com - Pemerintah Kabupaten dan Polresta Banyumas masih mempertimbangkan kemungkinan diberlakukannya sistem ganjil genap di jalur wisata. Ini seiring dengan penerapan PPKM tingkat II di Banyumas.

"Kami melihat situasi dan kondisi. Kalau akan diterapkan, kami pasti sosialisasikan paling tidak selama satu minggu," kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Banyumas, Komisaris Polisi Ari Prayitno di Purwokerto, Jumat (22/10).

Menurutnya, pengarah penerapan sistem ganjil genap ada pada Dinas Perhubungan dan nantinya akan dimasukkan dalam Instruksi Bupati Banyumas.

Ari mengakui situasi lalu lintas kendaraan dari dan menuju objek wisata khususnya kawasan wisata Baturraden hingga saat ini masih belum memungkinkan untuk penerapan sistem ganjil genap.

Kendati demikian, dia mengatakan pihaknya tetap melakukan kegiatan imbangan dengan menempatkan personel di kawasan wisata Baturraden sembari memantau kondisi arus lalu lintas pada akhir pekan.

"Jadi, pada prinsipnya (penerapan sistem ganjil genap) situasional. Ketika dirasakan mulai ramai, maka itu akan diberlakukan di sana karena kami pernah uji coba sehingga punya pola, tinggal menunggu waktu. Kalau menurut analisis Dinas Perhubungan itu patut dilaksanakan, ya dilaksanakan," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas Agus Nur Hadie mengakui objek wisata di Kabupaten Banyumas mulai dibuka seiring dengan penerapan PPKM tingkat II di wilayah itu.

Kendati demikian, dia mengungkapkan, berdasarkan hasil rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), penerapan sistem ganjil genap di jalur wisata akan melihat perkembangan situasi lebih dahulu.

"Kalau masih sepi seperti biasa ya tidak ada sistem ganjil genap, tapi kalau sudah mulai ramai terutama dari luar kota, kami akan terapkan (sistem ganjil genap)," terangnya seperti dilansir dari Antara.

Oleh karena itu, Agus menambahkan, pihaknya masih mempertimbangkan kemungkinan diterapkannya sistem ganjil genap di jalur wisata khususnya kawasan wisata Baturraden.

Dia mengakui uji coba penerapan sistem ganjil genap di kawasan wisata Baturraden yang dilakukan Satlantas Polresta Banyumas pada 25-26 September 2021 cukup efektif untuk melindungi warga Kabupaten Banyumas karena sasarannya lebih ditujukan untuk kendaraan wisatawan dari luar kota.

Menurut dia, uji coba penerapan sistem ganjil genap tersebut dapat mengurangi mobilitas khususnya dari dan menuju objek wisata.

"Cuma ke depannya masih melihat perkembangan karena sekarang kan sudah saatnya pariwisata mulai didorong tetapi harus tetap waspada, harus ada imbangannya," kata dia.

Seperti diketahui, dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 53/2021 terdapat ketentuan tentang penerapan sistem ganjil genap di jalur wisata bagi kabupaten/kota yang melaksanakan PPKM tingkat II.

Dalam hal ini, penerapan ganjil genap di sepanjang jalan menuju dan dari lokasi tempat wisata mulai Jumat pukul 12.00 sampai dengan Minggu pukul 18.00 waktu setempat. [fik]

Baca juga:
Pelanggar Ganjil Genap Hanya 11 Orang, Polisi Sebut Warga Sudah Paham Aturan
Dishub DKI Buat Aturan Ganjil Genap di Tiga Ruas Jalan dan Tempat Wisata
Segera Bertemu Dishub, Polda Metro Berencana Perluas Kawasan Ganjil Genap 25 Titik
Mobilitas Masyarakat Naik, Polda Metro Jaya Wacanakan Perluas Ganjil Genap
Aturan Ganjil Genap di Jakarta Kembali Seperti Awal, Hanya Berlaku Pagi dan Sore
PBB Setu Babakan Terapkan Ganjil-Genap Kendaraan Pengunjung

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini