Polisi Periksa Kejiwaan ART yang Buang Bayi ke Mesin Cuci

Rabu, 6 November 2019 14:48 Reporter : Irwanto
Polisi Periksa Kejiwaan ART yang Buang Bayi ke Mesin Cuci Perempuan buang bayi di mesin cuci. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - ST (36), wanita yang membuang atau menyimpan bayi yang baru dilahirkan ke mesin cuci telah ditetapkan sebagai tersangka. Meski demikian, penyidik akan membawa tersangka ke psikolog untuk pemeriksaan kejiwaan.

Kapolresta Palembang Kombes Pol Didi Hayamansyah mengatakan, hasil tewas tersebut sangat dibutuhkan untuk menentukan proses hukum selanjutnya. Jika psikologisnya normal, maka tersangka akan tetap ditahan sembari menunggu disidangkan.

"Penyidik bawa tersangka ST ke psikolog," ungkap Didi, Rabu (6/11).

Dari pengakuan tersangka, dia tidak bermaksud membunuh anaknya. Dia justru berencana membawa ke panti asuhaN karena bayi itu hasil hubungan terlarang dan seorang duda yang tak lagi diketahui keberadaannya.

"Pengakuannya begitu, dia takut diketahui penghuni rumah dan kesal pacarnya enggan bertanggungjawab," ujarnya.

Didi menyebut tersangka dikenakan Pasal 306 ayat (2) KUHP tentang membuang bayi hingga tewas dengan ancaman sembilan tahun penjara. Penyidik masih mendalami kasus hingga ditangkap.

"Kita panggil kekasih korban terlebih dahulu, apakah dia terlibat atau tidak, kita lihat pengakuannya," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, ST membuang bayi yang baru dilahirkannya ke dalam mesin cuci hingga tewas. Dia pun langsung diciduk polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

ST mengaku melakukan kejahatan itu karena kesal kepada pacarnya berinisial AD enggan bertanggung jawab. Dia semakin sakit hati mendengar jawaban k ahan 30 Ilir, Ilir Barat I, Palembang, Senin (4/11) siang. Rekan pelaku curiga karena terlalu lama berdiam diri di kamar mandi.

Pelaku berdalih sakit perut dan meminta tolong diambilkan handuk dan pakaian ke rekannya. Kemudian, pelaku keluar dan masuk ke kamar mandi di dalam kamarnya di lantai dua.

Begitu keluar, pelaku nampak pucat yang membuat rekan seprofesinya di rumah itu langsung membawa pelaku ke dokter. Sedangkan satu temannya yang lain mencari kartu identitas pelaku di kamarnya.

Ketika saksi masuk kamar, terdengar tangisan bayi. Ketika dicari, saksi menemukan bayi laki-laki di dalam mesin cuci yang berada di kamar mandi. Bayi itu sudah dibungkus pelaku dengan kantong plastik dan handuk.

Lantaran kondisi kesehatannya menurun, bayi itu dibawa ke RS Siloam Palembang untuk perawatan. Tak lama kemudian, korban meninggal dunia. [ray]

Topik berita Terkait:
  1. Bayi Dibuang
  2. Pembunuhan
  3. Palembang
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini