Polisi Periksa 20 Saksi Terkait Bentrokan Kelompok di Sorong

Rabu, 26 Januari 2022 16:29 Reporter : Nur Habibie
Polisi Periksa 20 Saksi Terkait Bentrokan Kelompok di Sorong Sisa-sisa bentrokan di Sorong. ©YANTI/AFP

Merdeka.com - Polisi memeriksa sebanyak 20 orang terkait bentrokan di Sorong, Papua Barat. Bentrokan tersebut menyebabkan 18 orang meninggal dunia, 17 diantaranya meninggal dalam tempat karoke dan satu akibat penganiayaan.

"Penyidik sudah periksa sekitar 20 orang," kata Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Adam Erwindi saat dihubungi merdeka.com, Rabu (26/1).

Dia mengungkapkan, mereka yang diperiksa sebagai saksi banyak yang dari tempat karoke yang terbakar tersebut.

"Saksinya terutama banyak dari tempat karoke, dari orang-orang yang ada di sekitar itu masyarakat," sebutnya.

Polisi juga telah mengidentifikasi terduga pelaku bentrokan. Namun, dia belum bisa menyebutkan jumlah orang yang teridentifikasi sebagai terduga pelaku.

"Identitas pelaku sudah dikantongi. Itu masih belum bisa kita inikan, tapi yang jelas sudah ada inidikasi nama-namanya sudah ada. Nanti bila sudah lengkap semua keterangan bukti baru kita lakukan upaya," ujarnya.

2 dari 2 halaman

Duduk Perkara Bentrokan

Polisi menduga bentrokan maut kelompok di Sorong akibat dua orang berselisih pada sebuah tempat karaoke pada Sabtu (22/1) lalu. Masalah dua orang tersebut meluas dan menyebabkan bentrokan kelompok hingga 18 orang tewas.

"(Awal dugaan penyebab bentrokan) Kalau yang awal malam ini malah gara-gara mabuk, senggol gelas pecah dan ternyata nyambung lagi itu. Mabok juga, tapi ini kan masih info awal. Sehingga terjadi salah paham lagi di diskotek berbuntut itu tadi," kata Kabid Humas Polda Papau Barat Kombes Adam Erwinidi saat dihubungi merdeka.com, Selasa (25/1).

Dalam bentrokan itu, satu orang dari salah satu kelompok meninggal dunia atas nama inisial KR. Dia masih berstatus sebagai mahasiswa.

"Dari itu menyebabkan meningganya KR, terus lanjut ditanya ke keluarga kelompok KR, kemudian menyerang lagi tahu-tahu diskotek terbakar dan 17 orang tak besalah jadi korban," ujarnya.

Kematian KR akibat dianiaya tersebut menyulut emosi dari teman-temannya. Hingga akhirnya, bentrokan pecah menjadi antar-kelompok.

"Iya (awal kejadian Sabtu). Berlanjut lagi pada malam Selasa, mengakibatkan satu orang dari kelompok yang mulai duluan itu malah terluka, malah meninggal kena aniaya itu," tegasnya.

"Terus temennya nyerang lagi, itu kejadian jam 11 malam, makanya diskotek masih buka, kan banyak pertanyaan itu kok masih buka diskotek sampai jam 03.00 Wit, enggak. Kejadian jam 11 malam sampai jam 03.00 Wit, tapi kejadian awal jam 11 malam makanya diskotek kondisi masih buka, bukan diskotek sih tempat karaoke," sambungnya. [ray]

Baca juga:
Bentrok Antarkelompok di Sorong Papua, Polisi Kantongi Identitas Pelaku
Kapolda Perintahkan Tindak Tegas Pelaku Bentrokan di Sorong yang Tewaskan 18 Orang
Dipertemukan Polisi dan Tokoh Adat, 2 Kelompok Warga Bentrok di Sorong Sepakat Damai
Olah TKP Karaoke di Sorong Terbakar, 17 Korban Tewas Diduga Terjebak di Lantai 2

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini