Polisi pastikan pengusutan kasus puisi Sukmawati masih berlanjut

Senin, 7 Mei 2018 12:14 Reporter : Merdeka
Polisi pastikan pengusutan kasus puisi Sukmawati masih berlanjut Sukmawati Soekarnoputri di MUI. ©2018 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Pihak kepolisian memastikan penyelidikan kasus dugaan penodaan agama dilakukan Sukmawati Soekarnoputri masih berlanjut. Putri Presiden pertama Indonesia Soekarno, itu bahkan telah diperiksa kepolisian.

"Kalau enggak salah sudah (diperiksa). Nanti sama penyidik (terkait pemeriksaan)," kata Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Senin (7/).

Ari menambahkan pihaknya juga sudah memerintahkan kepada Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Herry Rudolf Nahak untuk menggabungkan seluruh laporan terhadap Sukmawati. Sehingga, diproses semua laporan di Bareskrim Polri.

"Proses penarikan (laporan) nya sudah. Sudah kami minta kemajuan dari masing-masing wilayah yang menerima laporan pengaduan. Kemudian dianalisa dan ditarik dijadikan satu perkaranya karena locusnya sama," tambah Ari.

22 Laporan

Sebelumnya, Bareskrim Polri telah menerima 22 laporan dugaan penistaan agama dari berbagai pihak dengan terlapor Sukmawati Soekarnoputri. Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak mengatakan, saat ini polisi masih mengumpulkan keterangan para pelapor dari berbagai daerah tersebut.

"Karena para pelapor kan cukup banyak, dan kami mengumpulkan semua laporan," kata Herry di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Senin (23/4).

Hingga saat ini, kata Herry, total ada 22 laporan yang diterima oleh Bareskrim Polri. Meski sebelumnya, ada juga dua laporan yang dicabut terkait kasus tersebut.

"Seluruhnya 22 (laporan) sementara ini. Tapi kelihatannya akan bertambah," ujar Herry.

Menurut Herry, dari 22 laporan itu, 19 pelapor telah dipanggil pihaknya untuk diminta keterangan. "Sebanyak 19 laporan sudah di-BAP, minta keterangan, kemudian tiga lagi belum," kata Herry.

Kasus dugaan penistaan agama Sukmawati berawal dari puisi dibacakannya dalam acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018, Jakarta Convention Center (JCC), Kamis 29 Maret. Puisi berjudul 'Ibu Indonesia' tersebut dianggap sejumlah pihak sebagai bentuk penistaan agama lantaran menyinggung soal cadar dan adzan.

Reporter: Hanz Jimenez Salim

Sumber: Liputan6.com [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini