Polisi Ngaku Kesulitan Buru Cai Changpan di Hutan Tenjo Bogor

Senin, 19 Oktober 2020 13:44 Reporter : Supriatin
Polisi Ngaku Kesulitan Buru Cai Changpan di Hutan Tenjo Bogor Cai Changpan ditemukan tewas. ©2020 Merdeka.com/Kirom

Merdeka.com - Tim gabungan Polda Metro Jaya, Korps Brimob dan Lapas Kelas I Tangerang memburu narapidana narkoba asal China, Cai Changpan alias Cai Ji Fan di hutan Jasinga, Bogor, Jawa Barat. Namun, upaya pengejaran tersebut tak membuahkan hasil.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana, mengatakan tim bergerak sejak 20 September 2020. Sebanyak 291 personel diterjunkan untuk memburu Cai Changpan.

"Kami bentuk dalam 7 tim untuk menyusuri hutan tersebut," katanya dalam konferensi pers secara virtual, Senin (19/10).

Nyaris sebulan melakukan pengejaran terhadap Cai Changpan, Nana Sudjana mengakui mengalami kesulitan. Pertama, karena Hutan Tenjo sangat luas. Kedua, Cai Changpan lebih menguasai Hutan Tenjo.

"Kita ketahui bahwa saudara terpidana mempunyai istri yang tinggal di daerah Tenjo dan tinggal di sana cukup lama yaitu mulai tahun 2003. Jadi sudah hampir 17 tahun sehingga secara karakteristik geografis sudah sangat menguasai wilayah Tenjo," jelasnya.

Selama proses pengejaran berlangsung, Nana Sudjana menyebut tim gabungan mendapat laporan dari warga bahwa ada seseorang yang mencurigakan di tempat pembakaran ban dalam Hutan Tenjo. Sosok tersebut kerap mengambil makanan penghuni kawasan pembakaran ban tersebut tanpa izin.

"Ini dilaporkan ke kepala desa dan ke kami," ujarnya.

Berangkat dari laporan itulah, tim gabungan mendatangi pembakaran ban di Hutan Tenjo pada Sabtu (17/10). Di sana, tim gabungan mendapati sosok jenazah dalam kondisi gantung diri.

Jenazah tersebut gantung diri menggunakan tali pada Jumat (16/10) pukul 20.00 WIB.

"Jadi penyebab matinya adalah akibat kekerasan tumpul pada leher yang menyumbat jalan nafas sehingga mengakibatkan mati lemas," kata dia.

Berdasarkan hasil identifikasi, jenazah tersebut adalah Cai Changpan. Dua bukti identifikasi yakni sidik jari dan sejumlah tato pada tubuh jenazah.

Setelah jenazah Cai Changpan ditemukan, tim gabungan langsung membawa ke RS Polri yang terletak di Kramat Jati, Jakarta Timur. Di sana, jenazah Cai Changpan menjalani autopsi.

Hasil autopsi, Cai Changpan bunuh diri 24 jam sebelum sebelum ditemukan.

"Jadi sekitar 24 jam makanya ketika ditemukan korban masih bagus fisiknya, belum lama, baru 1 kali 24 jam ditemukan," ujarnya.

Cai Changpan masuk daftar pencarian orang (DPO) setelah melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang. Dia kabur dari Lapas tersebut pada Senin 14 September 2020 sekitar pukul 21.00 WIB.

Narapidana yang divonis mati itu kabur dengan cara menggali lubang dari ruangannya menuju luar Lapas selama delapan bulan. Untuk memudahkan proses kabur dari Lapas Klas I Tangerang, Cai Changpan dibantu sejumlah oknum sipir dan seorang PNS.

Setelah berhasil keluar, Cai Changpan sempat menemui istri dan anaknya di Tenjo, Bogor. [eko]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Narapidana Kabur
  3. Tahanan Kabur
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini