Polisi Masih Selidiki Asal Usul Senjata Api Diduga Digunakan Laskar FPI

Senin, 7 Desember 2020 18:59 Reporter : Merdeka
Polisi Masih Selidiki Asal Usul Senjata Api Diduga Digunakan Laskar FPI Rilis penembakan saat penyelidikan kasus Rizieq Shihab. ©2020 Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Kepolisian masih menelusuri kepemilikan senjata api yang ditemukan di dalam mobil pengikut Rizieq Syihab. Polisi belum bisa memberikan data detail soal senjata api jenis revolver tersebut.

"Tentang senjata api itu masih kita selidiki," kata Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat, Senin (7/12).

Kepolisian menyita dua pucuk senjata api berikut pelurunya. Menurut Polisi, laskar khusus sempat memuntahkan tiga peluru. Tubagus mengakui teka-teki pemilik senjata belum terpecahkan. Kepolisian masih mencari tahu pemilik dan asal senjata api.

"Kita akan telusuri siapa pemilik senjata api, bagaimana cara memperolehnya dan lain sebagainya dikaitkan yang terlibat di dalamnya dalam peristiwa tersebut," ucapnya.

Sebelumnya, Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman membantah terjadi penyerangan oleh anggota laskar FPI kepada anggota polisi di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 pada Senin (7/12) dini hari. Munarman menjelaskan kronologi dari sisi FPI. Ketika itu rombongan mobil yang membawa pimpinan FPI Rizieq Shihab tengah dikawal dengan empat mobil oleh anggota laskar FPI. Rombongan diikuti sejak keluar dari Sentul.

"Nah di perjalanan ada orang yang menguntit sejak dari keluarnya beliau dari Sentul. Terus dikuntit dan akhirnya para penguntit ini terus memotong entah apa tujuannya," ujar Munarman dalam konferensi pers, Senin (7/12).

Munarman mengatakan, pihak penguntit tidak bisa diidentifikasi karena tidak mengenakan seragam. Mereka berusaha menyetop rombongan Rizieq. Laskar yang mengawal pun bereaksi.

"Para pengawal tentu saya bereaksi untuk melindungi IB HRS (Habib Rizieq Syihab) itu reaksi normal karena memang bertugas untuk mengawal. Reaksi normal," kata dia.

Munarman membantah laskar FPI menyerang dengan senjata api. Dia bilang, hal itu merupakan fitnah yang disampaikan kepolisian. Laskar, Munarman bilang, tidak pernah dibekali senjata api atau senjata tajam.

"Kalau betul, coba itu dicek senpinya, nomor register senpinya, pelurunya itu tercatat. Cek saja, silakan dicek, pasti bukan punya kami. Karena kami tidak punya akses terhadap senpi dan tidak mungkin membeli dari pasar gelap. Jadi bohong, bohong sama sekali," jelasnya.

Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini