Polisi Libatkan Psikiater Pastikan Pembunuh Mayat Dicor di Lantai Musala

Kamis, 7 November 2019 08:31 Reporter : Muhammad Permana
Polisi Libatkan Psikiater Pastikan Pembunuh Mayat Dicor di Lantai Musala Polisi bongkar lantai musala lokasi kuburan korban pembunuhan. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Polisi masih mendalami pembunuhan Surono yang jasadnya dipendam di bawah tanah lantai musala. Berdasarkan pemeriksaan dari tim DVI Polda Jawa Timur, diduga Surono (51) yang merupakan warga Dusun Juroju, Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, Jember, meregang nyawa sekitar tujuh bulan yang lalu.

Hasil forensik berkesesuaian dengan keterangan warga sekitar yang mengaku terakhir melihat Surono sekitar bulan Juni 2019 lalu.

Usai melakukan pembongkaran lantai musala dan penggalian jenazah pada Senin (4/11) kemarin, polisi memeriksa intensif tiga orang saksi. Mereka adalah Bahar Mario (27 tahun) yang merupakan anak kandung korban; Busani (45 tahun) yang merupakan istri korban; serta Jumarin, tetangga satu desa berbeda dusun dengan korban.

Semula, dugaan sempat mengarah pada motif perselingkuhan. Namun kemudian muncul dugaan motif lain, yakni warisan. Untuk itu, polisi memeriksa dua saksi tambahan yang dianggap cukup penting.

"Beberapa dugaan mengerucut dan mengembang pada dua saksi. Karena kami menduga, kematian korban S (Surono, red) ini terkait masalah warisan dan dendam," ujar Kapolres Jember, AKBP Alfian Nurrizal saat dikonfirmasi Selasa kemarin.

1 dari 2 halaman

Memastikan Pelaku Pembunuhan

Guna memastikan kemungkinan motif kedua ini, polisi memeriksa dua saksi tambahan. "Kami periksa intensif juga. Dua saksi ini bukan anggota keluarga korban, tetapi teman dekat dari salah satu yang diduga sebagai pelaku," lanjut Alfian.

Untuk menetapkan pelaku dan motif mana yang sebenarnya pembunuhan ini, polisi mengkonfrontir dua orang yang menjadi saksi kasus ini. Yakni Bahar Mario dan sang ibunda, Busani. Hal ini dilakukan, karena dua orang itu sama-sama saling menyalahkan tentang siapa pelaku pembunuhan.

Selain saling menyalahkan, dua orang ini juga berbelit-belit saat dikonfrontir. "Tidak ada kesamaan saat dikonfrontir. Makanya kami undang psikiater (ahli kejiwaan) dari Polda Jatim. Untuk meyakinkan, siapa pelaku sebenarnya," tutur Alfian.

2 dari 2 halaman

Anak dan Istri Korban Saling Tuding

Dari informasi yang dihimpun, kepada polisi, Busani menuding bahwa pelaku pembunuhan tersebut adalah Bahar Mario yang tidak lain adalah anak Busani dengan korban Surono. Motifnya karena ingin menguasai warisan.

Sebaliknya, Bahar Mario justru menuding pelakunya adalah Busani yang dikabarkan punya hubungan cinta terlarang dengan Jumarin. Bahar bahkan menyebut, Busani-Jumarin sempat akan menikah lagi. Namun batal gara-gara karena istri Jumarin yang lama bekerja di Arab Saudi sebagai TKW, tiba-tiba pulang ke desanya. [fik]

Baca juga:
Menebak Pelaku Pembunuhan Mayat Dicor di Lantai Musala
Ada Bumbu Cinta Lokasi di Balik Kasus Mayat Dicor di Lantai Musala
Cinta Lokasi di Kebun Kopi Diduga Motif Kasus Mayat Dicor di Lantai Musala
Kronologi Terungkapnya Penemuan Mayat Dicor di Lantai Musala Rumah
Motif Pembunuhan Jasad Dicor di Musala Diduga Karena Warisan atau Dendam

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini