Polisi lengkapi berkas pembunuhan dengan tersangka bos cat Iwan Adranacus

Senin, 17 September 2018 16:35 Reporter : Arie Sunaryo
Polisi lengkapi berkas pembunuhan dengan tersangka bos cat Iwan Adranacus Rekonstruksi pembunuhan dengan mobil Iwan Adranacus. ©2018 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Jajaran Satreskrim Polresta Surakarta (Solo) kembali melengkapi berkas perkara dugaan pembunuhan yang dilakukan bos perusahaan cat, Iwan Adranacus (40) yang dikembalikan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat, Rabu, pekan lalu.

Kapolresta Surakarta Kombes Ribut Hari Wibowo mengatakan tak banyak yang harus dilengkapi. "Tidak ada masalah, saya kira itu (pengembangan) biasa, sebagai dinamika dalam penyidikan. Mungkin jaksa perlu ada tambahan saksi dan tambahan pemeriksaan," ujar Kapolresta, Senin (17/9).

Ribut menyampaikan, perlengkapan berkas akan diselesaikan dalam minggu ini. Sehingga pekan depan, berkas bisa kembali dikirim ke Kejari Solo. Perlengkapan berkas, lanjut Ribut, dilakukan atas petunjuk dan hasil koordinasi dengan jaksa.

"Tidak ada tambahan dari jaksa yang sifatnya prinsip dan menyulitkan. Kami akan segera melengkapi berkas sesuai petunjuk dari jaksa," tandasnya.

Sebelumnya, Kejari Solo pada Rabu lalu mengembalikan berkas perkara kasus dugaan pembunuhan Iwan Adranacus dengan status P18 atau hasil penyelidikan belum lengkap. Tak hanya syarat formil, penyidik juga harus melengkapi sejumlah persyaratan materiil agar kasus segera dibawa ke persidangan.

Kepala Kejari Solo, Teguh Subroto mengemukakan, materi yang perlu dilengkapi penyidik Polresta Surakarta antara lain tentang laporan laboratoris barang bukti yang belum dilampirkan dalam berkas perkara. Laporan tersebut, akan dijadikan alat bukti berupa surat. Sedangkan syarat materiil yang harus ditambahkan telah ia rangkum ke dalam lima poin.

Yakni, penyidik harus menyesuaikan keterangan tiga saksi yang merupakan rekan tersangka yang berada di dalam mobil Mercy. Kemudian, peneliti Kejari meminta agar ahli mobil Mercy yang dilibatkan sebagai saksi biasa dalam berkas dialihkan menjadi saksi ahli.

Selanjutnya, keterangan saksi yang mengetahui kejadian penabrakan hingga korban terjatuh agar dilengkapi. Kemudian, penyidik harus menguraikan petugas yang terlibat dalam tim yang mengautopsi mayat korban saat itu.

"Artinya tidak hanya saksi ahlinya saja yang merupakan seorang dokter," jelasnya.

Dan terakhir, penyidik diminta agar lebih merinci kegiatan saksi ahli psikolog saat melakukan tes kepada tersangka. Meskipun dalam berkas telah diterangkan bahwa kondisi kejiwaaan tersangka normal. [did]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini