Polisi klaim napi pembunuhan satu keluarga di Makassar tewas bunuh diri

Senin, 22 Oktober 2018 15:25 Reporter : Salviah Ika Padmasari
Polisi klaim napi pembunuhan satu keluarga di Makassar tewas bunuh diri Jenazah Akbar Ampuh otak pembunuhan satu keluarga di Makassar. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Akbar Ampuh (32) narapidana Lapas Kelas I Makassar ditemukan tewas mengenaskan di dalam selnya. Ia sudah tak bernyawa dalamkondisi rantai borgol terlilit di lehernya, padahal Akbar telah dijenguk anak dan istrinya empat hari sebelum ditemukan tewas.

"Pukul 09.00 Wita tadi, petugas Lapas temukan Akbar Ampuh dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Usai menerima laporan, kami dari Polrestabes Makassar dan Polsek Rappocini melakukan olah TKP. Dan dugaan sementara, korban Akbar Ampuh ini meninggal dunia karena bunuh diri dengan cara melilitkan sendiri rantai borgol yang menyambungkan tangan kiri ke kaki kanannya itu ke lehernya," kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Wirdhanto Hadicaksono kepada wartawan, Senin siang, (22/10)

Wirdhanto mengatakan korban ditempatkan di sel isolasi lantaran melakukan sejumlah pelanggaran seperti melawan petugas dan berpotensi melakukan provokasi ke napi lainnya.

Dan hasil pemeriksaan sejumlah saksi antara lain petugas Lapas dan Iwan Lili napi rekan sekamarnya, kata Wirdhanto, bahwa beberapa hari terakhir ini korban memiliki tekanan psikis terkait masalah keluarga dan masalah hukum yang dialaminya sebagaimana yang kerap diutarakan ke Iwan Lili. Hal inilah yang diduga memicu niatan bunuh diri Akbar Ampuh.

Diungkapnya, hasil pemeriksaan visum, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban dan jenazahnya langsung diambil keluarganya karena mereka menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.

Menurut Zangkir Daeng Katti, (51), bapak dari Akbar Ampuh sebagaimana yang disampaikan tadi pagi kalau anaknya mungkin stres, tidak bisa ketemu sama keluarga hingga memilih bunuh diri.

"Sudah lama saya tidak ketemu Ampuh karena dilarang dijenguk. Ada pengumumannya di situ," tutur Zangkir seraya menunjuk lembar-lembar pengumuman yang tertempel di dinding loket pengambilan kartu jenguk tahanan.

Adapun kepala Lapas Kelas I Makassar, Budi Sarwono menjelaskan, empat hari lalu tepatnya Jumat lalu, (19/10), anak dan istri Akbar Ampuh datang menjenguk. Sebelumnya, Akbar Ampuh sempat bertanya kapan dia bisa dijenguk keluarga sehingga tepat 1 bulan lewat 1 hari pasca dimasukkan ke ruang isolasi, dia pun diberi izin untuk dijenguk keluarganya.

Sebelumnya, Akbar Ampuh berada di dalam Lapas kelas I Makassar karena dua kasus pidana pencuriaan dan terakhir adalah pembunuhan dengan vonis 10 tahun penjara sehingga total hukuman yang harus dijalaninya selama 12 tahun dan baru menjalaninya selama 4 tahun.

Namun di tengah perjalanan masa tahanan itu, Akbar Ampuh bikin ukah lagi. Dia diketahui menjadi dalang pembunuhan satu keluarga di Kecamatan Tallo, Makassar awal Agustus lalu dengan cara membakar rumah yang semua penghuninya dalam kondisi tidur lelap. Akbar Ampuh melibatkan lima orang lainnya untuk menjalankan rencana pembunuhan yang didahului tindak penganiayaan terhadap salah satu korban. Motif pembunuhan terkait utang piutang bisnis narkoba.

Enam korban yang tewas dalam rumah itu antara lain kakek, nenek, sepupu dan cucu masing-masing Haji Sanusi, (70), Hajjah Bondeng, (60), Hajjah Musdalifah, (40), Namira Ramadina, (21), Muhamamd Fahri, (25) dan ijas, (5). [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini