Polisi Jelaskan Bagian Tubuh Mayat Dalam Koper Ditemukan di Kediri

Jumat, 12 April 2019 11:55 Reporter : Moch. Andriansyah
Polisi Jelaskan Bagian Tubuh Mayat Dalam Koper Ditemukan di Kediri Lokasi penemuan bagian tubuh mayat dalam koper. ©2019 Merdeka.com/Imam Mubarok

Merdeka.com - Polisi masih meneliti bagian tubuh Budi Hartanto (28) untuk dicocokkan dengan potongan tubuh lainnya. Bagian tubuh warga Blitar korban mutilasi itu sebelumnya ditemukan polisi di Kediri.

"Yang jelas kepala identik dengan badan almarhum, ya dikarenakan dari struktur darah yang kita periksa," kata Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Frans Barung Mangera, di Mapolda Jawa Timur, Jalan A Yani Surabaya, Jumat (12/4).

Barung mengatakan, kondisi bagian yang baru ditemukan itu sudah berubah. "Darah tidak akan hilang lima hari, hilang lima hari adalah potongannya ini, potongan sudah berubah dimakan semut, atau dimakan mikroba," ujar dia.

Barung mengungkapkan selain menemukan potongan tubuh korban polisi juga berhasil menangkap pelaku. Dua pelaku berinisial AP dan AJ ditangkap di Jakarta dan Kediri.

"Dari awal saya sudah mengatakan, bahwa Kediri adalah tempat eksekusinya, sedangkan Blitar adalah tempat pembuangannya untuk menghilangkan jejak awal, yaitu kepalanya, itu," kata Barung.

Sebelumnya, setelah melakukan pencarian hampir kurang lebih delapan hari akhirnya polisi menemukan bagian tubuh Budi Hartanto (28). Jasad warga Kediri ini sebelumnya ditemukan tah utuh di Jembatan Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Rabu (3/4) lalu, setelah diduga menjadi korban mutilasi.

"Lokasi penemuan kepalanya di Kediri," kata Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Frans Barung Mangera saat dikonfirmasi merdeka.com, Jumat (12/4).

Selain menemukan salah satu bagian korban, polisi juga membekuk pelaku pembunuhan guru honorer yang juga penari tersebut. Kedua pelaku ditangkap di Jakarta dan Kediri, semalam.

"Pelakunya juga sudah ditangkap di Jakarta dan Kediri. AP ditangkap di Jakarta dan AJ di Kediri," kata Barung.

Seperti diketahui, Rabu (3/4) lalu, jenazah Budi Hartanto ditemukan warga di tepi sungai di bawah Jembatan Karanggondang, Kecamatan Udanawu. Kondisi jenazah korban yang berada dalam koper sudah tak utuh.

Polisi menduga motif asmara melatarbelakangi pembunuhan Budi Hartanto (28). Diduga, korban terlibat asmara sesama jenis.

"Kemarin kita sudah merangkaikan ada beberapa alternatif penyelidikan terhadap kematian Budi Hartanto yaitu ekonomi, perampokan dan asmara," kata Barung di Mapolda Jawa Timur, Jalan A Yani, Surabaya, Jumat (5/4).

Kemudian, lanjutnya, berdasarkan hasil pemeriksaan saksi-saksi, penyidik menghilangkan motif ekonomi dan perampokan. "Dari 14 saksi yang sudah kita periksa, kami berkeyakinan bahwa kami menghilangkan motif perampokan atau curasnya dan motif ekonomi. Kita masuk pada hal yang berkaitan dengan asmara," ungkap Barung. [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini