Polisi Jelaskan Alasan Rekonstruksi Kasus Penyerangan Novel Tidak Bisa Ditunda

Jumat, 7 Februari 2020 08:44 Reporter : Ronald
Polisi Jelaskan Alasan Rekonstruksi Kasus Penyerangan Novel Tidak Bisa Ditunda Novel Baswedan. ©2019 Liputan6.com/Lizsa Egeham

Merdeka.com - Wadir Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Dedy Murti mengatakan keputusan memakai pemeran pengganti Novel Baswedan saat rekonstruksi karena mendapat informasi penyidik KPK itu berada di Singapura. Dia menegaskan, sementara rekonstruksi tidak bisa ditunda lantaran dikejar waktu pemberkasan perkara.

"Kami mendapatkan informasi dari salah satu kuasa hukumnya yang menyatakan bahwa yang bersangkutan (Novel) sedang berada di Singapura. Maka dari itu kami putuskan karena emang kegiatan ini enggak bisa kami tunda dan harus kami laksanakan karena terikat waktu masa pemberkasan dan penahanan, kami laksanakan. Dan memang sudah kami siapkan pemeran pengganti," ujar Dedy usai lakukan rekonstruksi di Jalan Depoaito T8, RT 03 RW 10, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (7/2).

Dedy mengakui penyidik sempat bertemu dengan Novel saat rekonstruksi berlangsung. Namun, kata dia, Novel menolak ikut terlibat dalam rekonstruksi karena alasan kesehatan.

"Namun ternyata pada saat pelaksanaan di lokasi tadi di TKP kebetulan kami juga melihat ada Pak Novel. Dalam hal ini korban melintas dan sempat rekan-rekan penyidik dan JPU mempertanyakan dan menyampaikan kegiatan ini tetap kami laksanakan dengan pemeran pengganti," ujarnya.

Pihaknya akan mengkonfirmasi informasi bahwa Novel sedang berada di Singapura kepada salah satu kuasa hukumnya. Sebab, kabar tersebut berasal dari kuasa hukum Novel.

"Ya nanti dalam prosesnya kami akan komunikasikan lagi dengan pihak kuasa hukum apakah informasi yang disampaikan itu informasi sebelumnya yang dimaksud atau baru mau berangkat. Mungkin baru mau dibicarakan," jelas Dedy.

Dia menilai proses rekonstruksi sudah cukup untuk melengkapi berkas perkara para tersangka. Dedy menjamin hasil rekonstruksi ini dapat dipertanggungjawabkan meskipun jika pihak Novel merasa keberatan.

"Hak yang bersangkutan. Kami akan pertanggungjawabkan proses persidangan nanti," tegasnya.

Rekonstruksi tersebut digelar secara tertutup dengan penjagaan ketat. Dedi menjelaskan ketatnya pengawasan ketika rekonstruksi itu hal lumrah.

"Itu adalah hal wajar dalam pelaksanaan rekontruksi dimana pun, pengamanan dan penjagaan di sekitar lokasi pelaksanaan rekonstruksi. Pengamanan baik barometer maupun supaya pelaksanaan rekontruksi berjalan lancar sesuai dengan waktu ditetapkan," tandas Dedy.

1 dari 1 halaman

Tim Pengacara Novel Baswedan, Saor Siagian mengatakan klienya tidak bisa mengikuti proses rekonstruksi mengingat kondisi kesehatannya yang sedang menurun.

Menurut dia, sejak pemeriksaan pada 6 Januari kemarin, kondisi mata kiri Novel Baswedan mengalami masalah serius.

"Saya konfirmasi kepada beliau kayaknya saya tidak mampu untuk mengikuti rekonstruksi itu," ucap dia.

Saor berharap, kepolisian menunda rekonstruksi sampai kondisi kesehatan Novel Baswedan pulih. "Saya tidak tahu ditunda atau tidak karena kami tidak mempunyai kemampuan untuk menghambat cuma tadi kawan-kawan mencoba menghubungi penyidik apakah bisa ditunda. Tapi sampai sekarang belum ada respons dari pihak kepolisian," papar dia. [ray]

Baca juga:
Sempat Lihat Lokasi Rekonstruksi, Novel Baswedan Mengaku Tak Bertemu Penyerangnya
Novel Baswedan Ternyata Ada di Rumah Saat Rekonstruksi Penyerangan Berlangsung
Novel Baswedan Tak Hadir Rekonstruksi, Polisi Siapkan Pemeran Pengganti
Tersangka Penyerang Novel Baswedan Dihadirkan Saat Rekonstruksi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini