Polisi: Istri napi tak punya bukti mengaku diperkosa Kapolsek

Sabtu, 9 November 2013 16:05 Reporter : Moch. Andriansyah
Polisi: Istri napi tak punya bukti mengaku diperkosa Kapolsek Ilustrasi Pemerkosaan, Pencabulan dan Pelecehan Seksual. ©2013 Merdeka.com/shutterstock

Merdeka.com - Kapolsek Patrang, Jember, Jawa Timur berinisial M, dilaporkan telah memperkosa es, istri mantan narapidana di Lapas Bali. Dari pengakuan ES, ada dua saksi yang mengetahui peristiwa yang mencoreng nama korps baju coklat tersebut.

Hal ini diungkap Kabid Humas Polda Jawa Timur, Awi Setiyono. Perwira dengan tiga melati di pundak ini mengatakan, kalau pihaknya telah memeriksa pelapor Lamrayani, napi tersebut dan istrinya, ES yang menjadi korban pemerkosaan.

"Dari pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik, korban mengaku ada dua orang saksi yang mengetahui kejadian itu," terang Awi, Sabtu (9/11).

Dua orang saksi itu adalah Her, karyawan dari pelapor dan Ismail, seorang tukang ojek di daerah tersebut. "Namun, saat ini Her sudah meninggal duni dan tidak bisa dimintai keterangan," kata dia.

Dalam pemeriksaan penyidik, korban mengaku kejadian saat itu terjadi pada pukul 19.00 WIB. "Keterangan istrinya (korban) kejadian tersebut terjadi sekitar jam 7 malam (pukul 19.00 WIB) sampai pagi hari, jam 5 (05.00 WIB) di rumah Kapolsek Patrang. Korban mengaku diantar oleh tukang ojek atas nama Ismail. Namun, keterangan tersebut dibantah oleh saksi Ismail," bebernya.

Dalam keterangannya, Ismail bekerja dari pukul 05.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. Dia mengaku tidak pernah bekerja hingga larut malam. "Selain itu, saksi Ismail mengaku tidak pernah mengantar ke TKP yang dimaksud. Namun sering mengantar ke pasar pada pagi hari dan kalau ada kebutuhan lainnya," lanjut Awi.

"Hasil sidik sementara oleh Propam Polres Jember, masih belum diketemukan dua alat bukti yang cukup untuk menyangkakan Kapolsek Patrang," tandas Awi.

Dikisahkan sebelumnya, pada tahun 2011 silam, saat itu, ES menjenguk suaminya yang ditahan di Bali. Kemudian, ES diminta suaminya untuk mendatangi Ketua Paguyuban Keluarga Sulawesi Selatan di Jember, yang kebetulan juga dijabat Kapolsek Patrang berinisial M tersebut. Tujuannya untuk meminjam uang kerukunan kas dari keluarga paguyuban sebesar Rp 2 juta.

Setelah menghubungi M beberapa kali, akhirnya M menemui ES di depan apotek di Jalan Gajah Mada. Saat itu ES diminta naik ke mobil milik M, yang kemudian diajak ngobrol di rumah M.

Setelah menyampaikan amanah suaminya, ES kemudian diperkosa dalam kamar M. ES juga mengaku sempat disekap di rumah M hingga lebih kurang 10 jam, dan diperkosa hingga empat kali.

Hingga akhirnya sekitar pukul 04.30 WIB, ES diantar pulang oleh M, dan mengancam untuk tidak melapor. Pasca-kejadian itu, ES mengaku takut melaporkan kepada pihak kepolisian. Saat suaminya bebas dari penjara, ES kemudian menceritakan kejadian yang dialaminya.

Mendengar cerita istrinya, Lamrayani langsung melaporkan ke Polres Jember pada bulan April 2012. Namun, sampai sekarang tidak ada kejelasan. ES meminta kasus tersebut diusut tuntas dan M dihukum seberat-beratnya. [ian]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Polisi Kriminal
  3. Pemerkosaan
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini