Polisi gunakan dukun cari penyiram air keras mahasiswi Binus

Kamis, 10 Oktober 2013 12:27 Reporter : Al Amin
Riki Halim Levin. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Sudah seminggu, Riki Halim Levin (23), tersangka penyiraman air keras ke mantan pacarnya, Lynia Davega (19) masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh polisi. Berbagai cara telah dilakukan polisi untuk bisa menangkap tersangka, salah satunya dengan menggunakan jasa paranormal.

"Kita juga sudah mencoba menggunakan jasa indigo (supranatural). Dari infonya, kepalanya sudah dibotakin," kata Kanit Reskrim Polsektro Palmerah Sigit Kumono saat ditemui di Mapolsektro Palmerah, Kamis (10/10).

Selain menggunakan jasa supranatural, polisi juga sudah mengumpulkan semua data tentang tersangka dari akun sosial media miliknya, seperti Facebook, dan Twitter. "Tapi sayang, semuanya sudah dihapus. Tapi kita sudah dapat data dari keluarga korban," ujar Sigit.

Sigit menambahkan, saat ini, kasus penyiraman air keras itu telah dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Barat. "Kasus ini ditangani Reskrim Polres," kata dia.

Sebelumnya, Lynia yang merupakan mahasiswi Universitas Bina Nusantara (Binus) disiram oleh tersangka dengan air keras di tempat kosnya di Jl U No 7B, RT 9 RW 15, Palmerah, Jakarta Barat disiram pada Kamis (3/10) pukul 09.45 WIB. Akibat penyiraman tersebut, korban mengalami luka di sekujur tubuh dan saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Royal Taruma, Jakarta Barat.

"Korban mengalami luka di bagian wajah, dada sebelah kanan, kedua tangan, paha kanan, tungkai kaki kanan," kata Kapolsek Metro Palmerah Kompol Slamet di Mapolsektro, Senin (7/10). Baca juga:
Foto penyiram air keras mahasiswi Binus disebar di Twitter
Penyiram air keras ke mahasiswi Binus terkenal smart
Diguyur air keras oleh bekas pacar, Lynia luka parah
Diteror Riki, indekos mahasiswi korban air keras dipindah kakak

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini