Polisi gelar rekonstruksi perampokan Pulomas dengan seluruh pelaku

Kamis, 19 Januari 2017 08:16 Reporter : Ronald
Polisi gelar rekonstruksi perampokan Pulomas dengan seluruh pelaku Pra rekonstruksi perampokan Pulomas. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Polres Metro Jakarta Timur hari ini, Kamis (19/1), menggelar rekonstruksi kasus perampokan di rumah korban, Dodi Triono, di Jalan Pulomas Utara, No 7A, Jakarta Timur. Kapolres Jakarta Timur Kombes Agung Budijono mengatakan, rekonstruksi ini akan melibatkan seluruh tersangka.

"Iya (seluruh tersangka) akan diikutkan rencananya, karena sebelumnya sudah keluar tersangka dari rumah sakit," kata Agung, Kamis (19/1).

Agung menjelaskan, pihaknya tidak akan memberikan peran korban yang asli. Peran ini nanti akan diperankan seperti proses prarekonstruksi yang dilakukan beberapa waktu lalu, dengan alasan psikologis korban belum pulih 100 persen.

"Kemungkinan peran semua korban akan diganti, karena faktor psikologis. Kecuali di persidangan, kan lain lagi nanti," jelas Agung.

Untuk saat ini, lanjut Agung, penyidik masih melakukan pemberkasan untuk segera dilimpahkan ke kejaksaan.

"Ini berkas masih dilengkapi, nanti ini rekonstruksi tinggal dilampirkan saja di berkas," pungkas Agung.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian memberi penghargaan kepada anak buahnya yang telah berhasil mengungkap dan juga menangkap pelaku sadis di Jalan Pulomas Utara, No 7A, Jakarta Timur. Ada sebanyak 87 anggota yang terlibat dalam pengungkapan kasus ini.

Penghargaan tersebut digelar di halaman Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya dan Tito hadir sebagai inspektur upacara dalam apel pemberian penghargaan ini. Dalam sambutannya, Tito menyampaikan penghargaan ini diberikan karena dirinya melihat kasus perampokan Pulomas adalah kasus yang sudah masuk taraf nasional.

"Ini pemberitaan sudah masuk nasional. Selain itu anggota dapat mengungkap kasus ini bukan hitungan minggu atau bulan, tapi dalam hitungan jam dan hari," kata Tito, Rabu (18/1).

Mantan Kapolda Metro Jaya ini pun menyebutkan, dirinya akan menerapkan reward (penghargaan) dan punishment (hukuman) kepada seluruh jajarannya.

"Ini sebagai program saya juga sebagai pemimpin Polri, di mana saya akan konsisten menerapkan reward dan punishment," katanya.

Seperti diketahui, sebanyak 11 orang disekap dalam kamar mandi berukuran 1,5 x 1,5 meter. Lima orang harus dilarikan ke rumah sakit, sementara itu lima orang lainnya meregang nyawa karena kehabisan oksigen.

Hanya hitungan hari, petugas gabungan dari Polda Metro Jaya dan juga Polres Jakarta Timur, berhasil meringkus semua pelaku keji tersebut. Satu dari empat pelaku terpaksa harus diberi timah panas karena melawan, yakni Ramlan Butar Butar yang sebagai otak dari perampokan tersebut. [msh]

Topik berita Terkait:
  1. Pembunuhan Pulomas
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini