Polisi duga aksi illegal tapping disebabkan kelalaian Pertamina

Jumat, 12 September 2014 14:21 Reporter : Irwanto
Polisi duga aksi illegal tapping disebabkan kelalaian Pertamina Ilustrasi Pipa. ©2014 merdeka.com/alwan ridha ramdhani

Merdeka.com - Maraknya aksi pencurian atau penambangan minyak secara ilegal (illegal tapping) diduga disebabkan oleh kelalaian dari pihak Pertamina. Pasalnya, instansi tersebut membiarkan masyarakat melakukan pengeboran minyak di sumur-sumur tua.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol R Djarod Padakova mengungkapkan, aksi illegal tapping terbanyak terjadi di Kabupaten Musi Banyuasin. Di kabupaten ini terdapat ribuan sumur tua yang tidak masuk dalam data Pertamina. Warga setempat leluasa melakukan pengeboran minyak secara ilegal.

"Di Musi Banyuasin banyak sumur tua yang tidak terdata. Ini sangat memungkinkan terjadinya pencurian minyak mentah atau illegal tapping," kata Djarod, Jumat (12/9).

Oleh karena itu, pihaknya meminta Pertamina mendata seluruh sumur tua yang ada. Pertamina harus pula menemukan solusi agar sumur itu dapat dikelola dengan baik tanpa adanya penambangan minyak ilegal.

Jika Pertamina tak sanggup, tegasnya, pihaknya siap membantu dengan menurunkan personel untuk mengamankan lokasi sekaligus mendata sumur-sumur tua yang ada. "Kami siap bantu. Personel siap diturunkan," pungkasnya. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. Pertamina
  2. Polisi
  3. Tambang
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini