Polisi Duga Ada Provokator di Demo Mahasiswa Bandung

Selasa, 24 September 2019 15:11 Reporter : Aksara Bebey
Polisi Duga Ada Provokator di Demo Mahasiswa Bandung Demo Ribuan Mahasiswa di Bandung. ©2019 Merdeka.com/Aksara Bebey

Merdeka.com - Kericuhan yang terjadi dalam aksi demo di Kota Bandung diduga ditunggangi oleh provokator. Pihak kepolisian melakukan investigasi terkait hal itu termasuk menyelidiki dugaan penyebar hoaks.

Seperti diketahui, unjuk rasa penolakan RUU KUHP dan RUU KPK dilakukan oleh ribuan mahasiswa di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (23/9). Aksi yang semula damai berujung ricuh.

Massa melempari polisi yang berjaga dengan batu dan botol air mineral. Sementara itu, pihak kepolisian menembakkan water canon dan gas air mata untuk membubarkan kerumunan.

Dari peristiwa itu, sejumlah anggota polisi dan pihak demonstran mengalami luka. Bahkan di antara mereka harus menjalani perawatan intensif.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, dalam kejadian kerusuhan diduga ada kelompok yang memprovokasi. Indikatornya, ada lemparan botol air mineral hingga batu.

"Ada indikasi yang melakukan provokasi kepada saudara-saudara kita mahasiswa yang ikut dalam kegiatan mengemukakan pendapat. Di TKP, ada berupa pengerusakan, batu, vandalisme, kemudian provokasi dan lebih cenderung untuk membenturkan kedua belah pihak," katanya di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Selasa (24/9).

Selain itu, pasca demonstrasi, banyak beredar berita bohong atau hoaks di media sosial yang menginformasikan ada korban jiwa dalam kericuhan.

"Hoaksnya ada korban meninggal dari pihak mahasiswa, ternyata hoaks," tegasnya.

Untuk itu, penyidik dari Ditreskrimsus Polda Jabar dan Polrestabes Bandung diterjunkan untuk menyelidikinya. Ia menegaskan, ada sanksi yang disiapkan kepada pihak yang menyebarkan info palsu tersebut.

"Siapapun yang ikut serta menyebarkan berita bohong, tentu ada sanksi sesuai aturan Undang-undang yang berlaku dan akan kita lakukan tindakan," jelasnya.

"Kami dari Polda Jabar mengimbau untuk tidak terpengaruh berita-berita hoaks yang berkembang," pungkasnya.

Jangan Lewatkan:

Ikuti Polling Bagaimana Pendapat Anda soal RUU KUHP? Klik di Sini! [fik]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini