Polisi Buru LM, Pelaku Utama Pengancam Menko Polhukam Mahfud MD

Senin, 14 Desember 2020 18:20 Reporter : Erwin Yohanes
Polisi Buru LM, Pelaku Utama Pengancam Menko Polhukam Mahfud MD Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko. ©2020 Merdeka.com/Erwin Yohanes

Merdeka.com - Polisi memburu satu orang tersangka yang diduga sebagai pengancam Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM (Menko Polhukam) Mahfud MD. Orang yang diketahui berinisial LM itu, berperan sebagai pelaku utama dalam akun youtube pengancaman Mahfud.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, Polda Jatim kembali menetapkan satu orang tersangka dalam kasus pengancaman Menko Polhukam Mahfud MD. Tersangka LM (40) diketahui berasal dari Karang Penang, Sampang, Madura.

"Penyidik Ditreskrimsus Polda Jatim telah mengeluarkan surat perintah penahanan terhadap LM. Oleh sebab itu, yang bersangkutan diminta untuk menyerahkan diri," ujarnya, Senin, (14/12).

Ia menambahkan, pelaku utama ini ditetapkan dari pengembangan pemeriksaan empat tersangka sebelumnya yakni Muchammad Nawawi atau Gus Nawawi (38) Warga Dusun Warungdowo Selatan, Pohjentrek, Pasuruan; Abdul Hakam (39), warga Dusun Krajan, Grati, Pasuruan; Moch Sirojuddin (37) warga Dusun Krajan, Grati, Pasuruan dan Samsul Hadi (40) warga Dusun Rembang, Grati, Pasuruan.

Ditanya terkait keanggotaan pelaku utama dalam ormas FPI, Truno mengaku masih akan mendalami.

"Sejauh ini mendasari konten dan motif yang sudah kami tetapkan. Ada dua tersangka yang termasuk ormas FPI dan dua simpatisan. Untuk tersangka utama masih kami dalami," tandasnya.

Sebelumnya, Polda Jatim telah menangkap 4 orang tersangka dalam kasus pengancaman terhadap Menko Polhukam Mahfud MD. Dua orang tersangka diketahui merupakan anggota Front Pembela Islam (FPI). Sedangkan, dua tersangka lainnya adalah simpatisan.

"Tersangka M Nawawi adalah Wakil Bidang Organisasi FPI dan tersangka Hakam adalah anggota HILMI (Hilal Merah Indonesia) sayap FPI. Sedangkan dua tersangka lainnya adalah simpatisan. Namun apakah ada instruksi dari Jakarta atau tidak ini masih kita dalami," pungkas Direktur Ditreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan, Minggu (13/12). [bal]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini