Polisi Belum Terima Surat Permohonan Penangguhan Penahanan Penghina Risma

Jumat, 7 Februari 2020 11:57 Reporter : Erwin Yohanes
Polisi Belum Terima Surat Permohonan Penangguhan Penahanan Penghina Risma Penghina Risma ditangkap polisi. ©Istimewa

Merdeka.com - Upaya Zikria Dzatil, penghina Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengajukan penangguhan penahanan belum dijawab oleh polisi. Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugraha mengaku belum mendapatkan laporan dari anak buahnya terkait dengan upaya Zikria tersebut.

"Jadi kami belum ada masukan dari Pak Kasatreskrim, apakah sudah masuk permohonan penangguhannya atau belum," kata Kombes Pol Sandi di Mapolda Jatim, Surabaya, Jumat (7/2).

Dia menambahkan, dia hanya tahu bahwa pada Rabu (5/2) kemarin sudah ada proses dari Wali Kota Surabaya yang memberi maaf kepada tersangka. Untuk selanjutnya, ia hanya akan meneruskan proses berikutnya sesuai dengan prosedur yang ada.

"Yang saya tahu bahwa kemarin sudah ada proses dari Wali Kota Surabaya sudah minta maaf, apakah tindak lanjut dengan permohonan penangguhan dan ada proses berikutnya yang perlu kita tindaklanjuti, supaya nanti menjadi proses yang tidak menyalahi SOP dan prosedur yang ada," tegasnya.

Dikonfirmasi ulang apakah surat permohonan sudah masuk? Sandi menegaskan jika dia belum mengecek dan belum mendapat laporan dari anak buahnya.

"Saya belum ngecek karena kebetulan kita masih di sini, dan belum ada laporan dari Kasat Reskrim," tegasnya.

Sebelumnya, kuasa hukum Zikria Dzatil, Advent Dio Randy mengaku telah mengajukan permohonan penangguhan dan pengalihan penahanan kliennya, Rabu (5/2).

Dia mengatakan, permohonan penangguhan penahanan diajukan karena tersangka merupakan ibu rumah tangga yang masih memiliki anak kecil berusia kurang dari dua tahun. Tentu saja kehadiran tersangka sangat dibutuhkan oleh sang anak.

Zikria Dzatil ditetapkan tersangka dan ditahan penyidik Polrestabes Surabaya atas sangkaan pencemaran nama dan penghinaan terhadap Risma melalui akun Facebook.

Tersangka dijerat dengan Pasal 45A ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) dan Pasal 45 ayat (3) Jo Pasal 27 ayat (3) UU 19 tahun 2016 tentang perubahan UU nomor 11 tahun 2008 tentang ITE.

Tersangka sudah menyesali perbuatannya dan meminta maaf kepada Risma dan warga Surabaya. Risma juga sudah memberikan maaf, namun ogah mencabut laporan. Kepolisian menyampaikan tetap menyidik kasus tersebut kendati Risma selaku korban sudah memaafkan. [cob]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini