Polisi Bantah Ratusan Siswa Setukpa Polri Sukabumi Positif Virus Corona

Selasa, 31 Maret 2020 15:04 Reporter : Merdeka
Polisi Bantah Ratusan Siswa Setukpa Polri Sukabumi Positif Virus Corona Siswa Sekolah Inspektur Polisi jalani pendidikan di Setukpa Lemdikpol Sukabumi. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Raden Prabowo Argo Yuwono membantah kabar adanya ratusan siswa Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Polri di Sukabumi, Jawa Barat, terinfeksi virus corona atau Covid-19.

"Setukpa Sukabumi memang dari siswa kita observasi atau kita lakukan tes, jadi kita menemukan tujuh siswa yang positif corona," tutur Argo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (31/3).

Menurut Argo, ketujuh siswa tersebut sudah diisolasi dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri, Karamat Jati, Jakarta Timur.

"Jadi tidak benar ada ratusan siswa ratusan positif, tidak benar. Saat ini sedang isolasi di RS Polri Kramat Jati," jelas dia.

Selain itu, lanjut Argo, siswa yang kembali ke wilayah masing-masing juga menjalani karantina sesuai protokol pananganan pandemi Covid-19.

"Siswa yang kembali ke Polda masing-masing kita isolasi. Kita cek, isolasi selama 14 hari," Argo menandaskan.

1 dari 2 halaman

Sebelumnya, Argo membenarkan bahwa seluruh siswa Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Polri di Sukabumi, Jawa Barat menjalani rapid test virus corona atau Covid-19.

"Semua siswa Setukpa memang di rapid tes untuk mengetahui awal. Tujuh orang teridentifikasi ODP, isolasi 14 hari," ujar Argo saat dihubungi Liputan6.com.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sendiri sempat menyinggung bahwa sebanyak 300 orang terdeteksi positif virus corona atau Covid-19 setelah hasil rapid test atau tes cepat yang digelar sejumlah daerah di Jawa Barat.

Dari situ, muncul fakta baru. Kota Sukabumi menjadi wilayah dengan angka tertinggi baru orang yang terdeteksi Covid-19.

"Di luar dugaan untuk tes di kota Sukabumi. Terjadi hasil tes yang paling besar dari seluruh kota/kabupaten di Jawa Barat," kata Emil dalam siaran langsung Youtube Humas Jabar, Senin 30 Maret 2020.

Meski tak merinci angka kasus orang terdeteksi positif tersebut, Emil mengaku pihak Pemprov Jabar memerintahkan kepada wali kota Sukabumi untuk melakukan tes tahap kedua. Serta melakukan karantina wilayah parsial.

2 dari 2 halaman

Sementara itu, Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi membantah bahwa ratusan warga Sukabumi positif Covid-19.

"Yang pertama, warga Kota Sukabumi yang dilakukan rapid test itu jumlahnya adalah 60. Dan sampai saat ini dari 60 itu kita belum keluar hasilnya. Karena prosesnya berakhir hari ini," ujar Fahmi dari rekaman video yang diterima Liputan6.com, Senin 30 Maret 2020.

Namun dia menyinggung kemungkinan adanya instansi lain di Kota Sukabumi yang juga menjalani rapid test. Hanya saja dia mengaku tidak mengetahui hasil dari tes tersebut.

"Yang dites hanya 60. Tetapi mungkin memang ada institusi lain yang melakukan proses rapid test ya saya belum dapat informasi dari institusi lain tersebut. Institusi yang ada di wilayah Kota Sukabumi tetapi bukan melakukan pemeriksaan kepada warga Sukabumi," Fahmi menandaskan.

Reporter: Nanda Perdana Putra [ray]

Baca juga:
Luhut Sebut Karantina Wilayah Lebih Bisa Diterapkan di RI Dibanding Lockdown
Perbandingan Karantina Wilayah, Pembatasan Sosial Berskala Besar dan Darurat Sipil
Sri Mulyani Buat Portal Khusus Berisi Kebijakan Penanganan Covid-19
Menko Luhut soal Pelarangan Mudik: Presiden Tak Mau Bikin Masyarakat Susah
Antisipasi Corona, 5 Artis Ini Tutup Sementara Usahanya

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini