Polisi Amankan Tiga Pelaku Pemerkosaan Santriwati di Magelang

Jumat, 14 Januari 2022 23:30 Reporter : Danny Adriadhi Utama
Polisi Amankan Tiga Pelaku Pemerkosaan Santriwati di Magelang Polisi Amankan Tiga Pelaku Pemerkosaan Santriwati di Manggelang. ©2022 Merdeka.com/Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Polisi membekuk tiga pelaku tindak kekerasan dan pelecehan seksual terhadap seorang santriwati salah satu ponpes di Kabupaten Magelang berinisial ADP (19). Modus pelaku mengajak korban bermalam kemudian dicekoki minuman keras sebelum menjalankan aksinya.

Ketiga pelaku yakni PA (21) dan NI (25), sementara satu orang seorang pelajar 15 tahun.

"Tiga pelaku sudah kami tangkap, satu pelaku masih anak di bawah umur tidak kami hadirkan. Mereka ini menyekap korban selama 4 hari dan dilakukan berulang ulang digilir hampir setiap hari di dalam kamar," kata Kapolres Magelang AKBP Mochammad Sajarod Zakun, Jumat (14/1).

Kejadian bermula pelaku PA janjian dengan korban untuk bermalam di rumah pelaku NI di Desa Wonoroto Kecamatan Windusari pada 2 Januari 2022. Di dalam rumah, korban yang dalam keadaan mabuk dipaksa untuk menuruti nafsu bejat pelaku.

"Para tersangka menyetubuhi korban dengan memberikan ancaman apabila tidak mau akan dipukuli. Korban juga diikat dengan seutas tali," jelasnya.

Kasus ini terungkap karena korban pergi dari Ponpes dan bercerita kepada keluarganya. Keluarga yang tidak terima menjadi korban kekerasan seksual langsung melaporkan ke pihak kepolisian.

"Kita amankan pelaku PA dan kemudian semuanya kita amankan. Mereka masih dalam pengembangan," ujarnya.

Sedangkan korban dibawa ke RSUD Merah Putih untuk mendapatkan perawatan. Dari tangan pelaku polisi menyita barang bukti pakaian milik tersangka dan korban. Selain itu, seutas tali yang digunakan mengikat korban, botol minuman keras dan handphone milik korban maupun tersangka.

"Perbuatannya para tersangka disangkakan Pasal 285 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun. Dalam proses penyidikan dilakukan ada perbedaan mengingat salah satunya anak-anak. Penyidikan lebih cepat dibanding yang dewasa," pungkasnya.

Baca juga:
Kakek 57 Tahun Cabuli Remaja di Kabupaten Kupang
Komisi III Cecar Komnas HAM soal Penolakan Hukuman Mati ke Herry Wirawan
Penjelasan Komnas HAM soal Alasan Tolak Hukuman Mati dan Kebiri Herry Wirawan
Ironi Korban Pelecehan Seksual: Tak Ada Perlindungan, Orangtua Pinjam Duit Sana-Sini
Aturan dan Prosedur Kebiri Kimia buat Pelaku Cabul
Jaksa Soal Tuntut Mati Herry Wirawan: Kejahatan Serius dan Dapat Atensi Presiden

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini