Polisi Akui ada Kesalahpahaman Soal Penganiayaan Wartawan di Bandung

Rabu, 1 Mei 2019 17:03 Reporter : Aksara Bebey
Polisi Akui ada Kesalahpahaman Soal Penganiayaan Wartawan di Bandung Demo Buruh di Bandung. ©2019 Merdeka.com/Aksara Bebey

Merdeka.com - Dua orang wartawan di Bandung mengalami intimidasi dan penganiayaan saat meliput aksi demo buruh di Bandung. Polisi menyebut ada kesalahpahaman anggota di lapangan karena situasi aksi mayday ini sempat ricuh.

Kapolrestabes Bandung Kombes Irman Sugema mengatakan dugaan adanya intimidasi dan penganiayaan terhadap wartawan karena yang bersangkutan tidak memakai identitas. Sebelum ada peristiwa penganiayaan, polisi sedang mengamankan sekelompok remaja berpakaian hitam yang memancing keributan dan aksi kejar-kejaran.

"Mereka tidak menunjukkan identitas kan, mereka (sekelompok remaja) ada juga yang mengambil gambar. Jadi kita tidak tau mana yang jurnalis atau bukan," kata Irman.

Sementara itu, Ketua Tim III Prabu Polrestabes Bandung Ipda Suyanto mengaku bukan anggotanya yang mengintimidasi dan menganiaya wartawan. Justru, dirinya yang menolong kamera wartawan tersebut.

"Jadi justru saya yang tadi meminta anggota mengembalikan kamera dia (wartawan)," kata Suyanto.

Peristiwa ini berawal saat Fotografer Tempo, Prima Mulia dan jurnalis freelance Iqbal Kusumadireza (Reza) memantau sekaligus meliput aksi di beberapa titik sekitar Gedung Sate.

Saat tiba di Jalan Singaperbangsa, sekitar Dipatiukur, Prima dan Reza melihat ada keributan antara polisi dengan massa yang didominasi berbaju hitam-hitam. Mereka diduga bukan dari kalangan buruh.

Prima sempat mendapat kekerasan fisik sebelum kameranya dirampas. Sementara Reza mendapat ancaman untuk menghapus foto-foto di kameranya. [ian]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini