Polisi akan Putar Balik Kendaraan Wisatawan yang Menuju Kota Garut

Kamis, 31 Desember 2020 20:11 Reporter : Mochammad Iqbal
Polisi akan Putar Balik Kendaraan Wisatawan yang Menuju Kota Garut Ilustrasi Polisi. ©2015 merdeka.com/imam mubarok

Merdeka.com - Untuk menghindari kerumunan di malam tahun baru, Kepolisian resor Garut menyiagakan sejumlah petugas di wilayah perbatasan. Mereka bertugas untuk menyekat wisatawan yang akan datang agar tidak memasuki wilayah Kabupaten Garut.

"Saat malam tahun baru apabila ada kunjungan wisatawan atau tamu berkunjung itu sudah kita sekat," kata Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Adi Benny Cahyono, Kamis (31/12).

Adi menjelaskan bahwa penyekatan di malam tahun baru akan diberlakukan, salah satunya di wilayah Kadungora sebagai jalan utama menuju Garut dari Bandung. Warga yang datang dari arah Bandung tujuan tempat wisata dan bukan warga Garut akan diputarbalikan.

Langkah itu, menurutnya, terpaksa dilakukan untuk menghindari keramaian atau kerumunan orang di Garut maupun tempat wisata. "Kita selektif prioritas, apakah dia masyarakat asli Garut atau bukan, kalau tujuan wisata kita putar balikkan," katanya.

Upaya lainnya, untuk mencegah penularan wabah Covid-19, forum komunikasi pimpinan daerah Kabupaten Garut juga menutup tempat wisata milik pemerintah. Objek wisata milik pemerintah ditutup sampai 2 Januari 2021.

Untuk objek wisata lainnya yang dikelola pihak swasta tetap buka dengan diharuskan mematuhi protokol kesehatan, yaitu membatasi jumlah pengunjung sebanyak 50 persen dari total kapasitas.

Ia juga menyebut bahwa selain mengamankan jalan utama, pihaknya melakukan pengamanan daerah perkotaan. Di wilayah selatan, khususnya di tempat wisatanya, sejumlah personil dari Brimob Polda Jabar disiagakan di sana.

"Mereka disiagakan untuk menegakan protokol kesehatan sebagai prioritas utama, selain membantu menjaga keamanan, ketertiban dan kenyamanan masyarakat," sebutnya.

Berdasarkan pantauan merdeka.com, di kawasan perkotaan sejumlah akses jalan menuju pusat kota Garut ditutup dan tidak bisa dilewati kendaraan roda empat. Antrean kendaraan roda empat dan roda dua pun nampak terlihat di jalan protokol.

Meski akses utama ke pusat kota di tutup, kafe hingga malam masih terlihat buka dan dipenuhi oleh pengunjung. Diantara pengunjung mengaku memilih merayakan malam pergantian tahun dengan bercengkrama di tempat ngopi.

"Enggak bisa main kembang api enggak apa-apa, yang penting masih bisa ngopi," kata salah satu pengunjung kafe, Adrian (27). [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini