Polda Sulsel Tetapkan 13 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan RS Batua Makassar

Senin, 2 Agustus 2021 15:11 Reporter : Ihwan Fajar
Polda Sulsel Tetapkan 13 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan RS Batua Makassar ilustrasi rumah sakit. Shutterstock/sfam_photo

Merdeka.com - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel) akhirnya menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit tipe C Batua Makassar. Setidaknya 13 orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus rumah sakit yang berada di Jalan Abdullah Dg Sirua itu.

Direktur Reserse Krimal Khusus Polda Sulsel, Komisaris Besar Widony Fedry, mengungkapkan 13 orang menjadi tersangka di antaranya AM, SR, MA, SM, HS, MW, AS, MK, HIHS, AEH, DR, AFR dan RP. Dari 13 nama tersebut ada yang merupakan ASN di Dinas Kesehatan (Dinkes) Makassar, pelaksana pembangunan, pokja, dan juga konsultan.

"Penyidik Ditreskrimsus Polda Sulsel sudah menetapkan 13 nama menjadi tersangka yang terlibat dalam pembangunan RS Batua. Kerugian negara sebesar Rp22 miliar," ujarnya saat jumpa pers di Mapolda Sulsel, Senin (2/8).

Widony mengaku penetapan tersangka setelah adanya hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terkait kerugian negara. Setelah hasil audit keluar, penyidik langsung melakukan gelar perkara dan menetapkan tersangka.

"Memang butuh waktu lama, karena kami menunggu hasil audit dari BPK RI. Setelah kami terima hasil audit BPK, langsung dilakukan gelar perkara," kata dia.

Widony memaparkan, pembangunan RS Batua dikerjakan oleh PT Sultana Nugraha. Hasil penyidikan, kata Widony, bahwa pembangunan ini dianggap sebagai total lods atau dianggap tidak ada pembangunan.

"Pembangunan ini dianggap total lods. Jadi dianggap tidak ada," kata dia.

Widony mengaku, pembangunan proyek ini terdapat kejanggalan pada konstruksinya. Widony menemukan, banyak tidak sesuai dengan spesifikasi, di antaranya basement, tangga hingga tiang penyangga bangunan rumah sakit bengkok.

"Sehingga, kesimpulan awal bahwa ada penyimpangan dalam proyek yang telah menghabiskan anggaran sebesar Rp25,5 miliar itu," ucapnya.

Ia menegaskan dalam waktu dekat pihaknya akan merampungkan berkas perkara, sehingga bisa dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel. "Dalam waktu dekat, kita akan segera rampungkan berkas perkaranya dan dilakukan tahap 1," bebernya.

Sementara terkait penahanan terhadap 13 orang tersangka belum dilakukan. Meski demikian, ke depan pihaknya tidak menutup kemungkinan menahan tersangka dan juga jumlah tersangka bisa bertambah.

"Kami kenakan Pasal 2 Ayat 1 Subsider Pasal 3 Undang Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)," ucapnya. [lia]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kasus Korupsi
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini