Polda Papua Barat Bongkar Kasus Penyelewengan Solar Subsidi, Tujuh Orang Diringkus

Rabu, 10 Agustus 2022 08:26 Reporter : Richard Jakson Mayor
Polda Papua Barat Bongkar Kasus Penyelewengan Solar Subsidi, Tujuh Orang Diringkus Ilustrasi borgol. ©2013 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat menetapkan tujuh sopir truk sebagai tersangka penyalahgunaan bio solar bersubsidi. Para tersangka diringkus setelah polisi mendalami kasus penyalahgunaan pengangkutan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi bio solar di SPBU Kabupaten Manokwari, Papua Barat.

Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol Adam Erwindi menjelaskan, dugaan penyalahgunaan BBM subsidi jenis bio solar dilakukan dengan beragam modus.

Mulai dari dijual kembali untuk mendapatkan keuntungan, mengantre setiap hari di SPBU, penggunaan TNKB yang tidak benar, kendaraan pelat merah yang sengaja diganti pelat hitam hingga memodifikasi tangki bahan bakar.

"Melalui proses penyelidikan profesional dengan melakukan pemeriksaan terhadap para saksi mulai dari pengemudi, pemilik kendaraan, pihak SPBU, pihak Pertamina, pemeriksaan ahli dari BPH Migas, juga pemeriksaan alat bukti," kata Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol Adam Erwindi, Rabu (10/8).

Masing-masing tersangka adalah RS, pemilik kendaraan sekaligus pengemudi kendaraan dump truk merek mitsubishi warna kuning No Pol PB 9674 M.

FA pengemudi kendaraan dump truck merek toyota dyna warna biru No Pol PB 9693 SA. AM pemilik kendaraan dump truck merek toyota dyna warna biru No Pol PB 9693 SA. ME pemilik kendaraan sekaligus pengemudi kendaraan pick up merek panther warna biru No pol PB 8486 ML.

Kemudian MIU pemilik kendaraan sekaligus pengemudi kendaraan dump truck merek Isuzu warna putih No pol PB 8593 L. MNR pemilik kendaraan sekaligus pengemudi kendaraan dump truck merek mitsubishi ragasa warna kuning No pol PB 9710 M. RH pemilik kendaraan sekaligus pengemudi kendaraan dump truck merek Toyota Dyna warna biru No pol PB 9269 M.

"Ketujuh tersangka saat ini telah dilakukan penahanan dan berkas perkara mereka telah dilengkapi untuk dikirim tahap satu ke Kejaksaan Tinggi Papua Barat," ucap Adam.

Para tersangka dijerat pasal 40 angka 9 Undang-Undang RI No 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja atas perubahan Pasal 55 Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi yang ancaman hukuman penjaranya paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp60.000.000.000. [cob]

Baca juga:
Polisi Sita 10 Kendaraan Pengetap BBM di Samarinda, Dua Orang Jadi Tersangka
Lima Tersangka Penyelewengan Solar Bersubsidi di Bekasi Ditangkap, Begini Modusnya
Modus Tersangka Penyelewengan Solar Bersubsidi di Bekasi: Pakai SKD Milik Petani
Beli Pertalite, Lima Motor Modifikasi Tangki Jadi Berkapasitas 35 Liter
Bangunan Diduga untuk Penimbunan BBM di Palangka Raya Terbakar
Pemakaian QR Code MyPertamina Cegah Penimbunan Pertalite dan Solar

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini