Polda NTT akan Tangkap Warga yang Ambil Paksa Jenazah Covid-19

Kamis, 22 Juli 2021 12:17 Reporter : Ananias Petrus
Polda NTT akan Tangkap Warga yang Ambil Paksa Jenazah Covid-19 Kapolda NTT Irjen Pol Lotharia Latif. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Sejumlah video berisi peristiwa pengambilan paksa jenazah pasien Covid-19 dari rumah sakit di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), beredar dan viral di media sosial. Kapolda NTT, Irjen Pol Lotharia Latif menegaskan akan menindak siapa saja yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

"Kita tidak tolerir lagi dengan alasan apapun, kalau masih terjadi, saya sudah perintahkan Kapolres jajaran Polda untuk tangkap sesuai hukum yang berlaku," kata Lotharia, Kamis (22/7).

Menurut Lotharia, para pelaku pengambil jenazah pasien covid-19 akan dijerat pasal 212 dan 218 KUHP serta pasal 93 UU 16 Tahun 2018 tentang karantina kesehatan.

"Menurut saya, keselamatan rakyat adalah segalanya, jangan karena emosional melakukan pengambilan paksa dan saat ini setelah saya melakukan pendalaman, saya perintahkan Kapolres untuk melakukan swab dan beberapa orang yang kemarin melakukan pengambilan paksa jenazah positif covid-19," ungkapnya.

Lotharia menegaskan, aksi warga tersebut membahayakan keselamatan banyak orang sehingga pihaknya tidak akan tolerir.

"Saya akan tangkap dan proses hukum untuk masyarakat yang mengambil paksa jenazah. Koordinasilah dengan baik, jika ingin melihat jenazah untuk terakhir kalinya. Tapi jika mengambil paksa jenazah, itu menyebarkan sesuatu yang lebih berbahaya dan melanggar undang-undang karantina kesehatan," tegas Lotharia Latif. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini