Polda Metro Masih Audit Kerugian Negara dari Kasus Korupsi Dana Kemah

Jumat, 26 April 2019 14:07 Reporter : Ronald
Polda Metro Masih Audit Kerugian Negara dari Kasus Korupsi Dana Kemah Ilustrasi Polisi. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Penyidik Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya telah mendapat berapa nominal kerugian negara atas kegiatan kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia ini diselenggarakan di kawasan Candi Prambanan, Jawa Tengah pada 16 dan 17 Desember 2017 lalu. Di mana kegiatan ini diinisiasi oleh Kemenpora dan dilaksanakan oleh Pemuda Muhammadiyah bersama Gerakan Pemuda (GP) Anshor.

"Ada kerugian negara. (Sekitar) Satu miliar lebih-lah," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan di Polda Metro Jaya, Jumat (26/4).

Meskipun demikian, Adi mengaku masih menunggu kerugian negara oleh pihak auditor. Sebab, dalam kasus ini pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ikut melakukan pemeriksaan.

"Kita sudah bekerjasama dengan pihak auditor dan auditor sudah melakukan audit, dan mudah-mudahan hasil audit lapangan yang dilakukan auditor dengan pihak kita meyakini bahwa nilai kerugian negara sudah fix," jelasnya.

Dari temuan masing-masing pihaknya, lanjut Adi, nantinya akan diselaraskan. Sehingga, akan diketahui pasti jumlah besar kerugian negara akan acara tersebut.

"Kan kita lagi bersama sama di Jogja. Sekarang lagi di Jogja, jadi kalau nanti itu oke, kan kita mengajukan beberapa temuan, hasil penyelidikan, yang kita indikasikan sebagai wujud kerugian negara, nah sekarang pihak auditor melakukan pengecekan secara langsung, bahwa tidak merta-merta hanya menerima informasi dari penyidik," kata Adi.

Seperti diketahui, kegiatan kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia ini diselenggarakan di kawasan Candi Prambanan, Jawa Tengah pada 16 dan 17 Desember 2017 lalu. Kegiatan ini diinisiasi oleh Kemenpora dan dilaksanakan oleh Pemuda Muhammadiyah bersama Gerakan Pemuda (GP) Anshor.

Polisi mencium ada penggelembungan data keuangan dalam laporan pertanggungjawaban (LPJ) Pemuda Muhammadiyah. Hingga akhirnya polisi memeriksa belasan saksi di Yogyakarta dan dua orang dari pihak Pemuda Muhammadiyah yakni, Dahnil Anzar dan Ketua Panitia Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia dari PP Pemuda Muhammadiyah Ahmad Fanani. [rhm]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini