Polda Metro Jaya didesak segera periksa Cawalkot Bekasi Rahmat Effendi

Selasa, 26 Juni 2018 17:16 Reporter : Yunita Amalia
Polda Metro Jaya didesak segera periksa Cawalkot Bekasi Rahmat Effendi Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi. ©facebook.com

Merdeka.com - Juru bicara persaudaraan alumni 212, Novel Bamukmin mendesak polisi segera memanggil calon Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi untuk menjalani pemeriksaan terkait dugaan pencemaran nama baik. Novel menganggap kejadian Rahmat hampir mirip dengan kasus yang menjerat mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Polisi harus segera memanggil Rahmat Effendi baik besok menang atau tidak menang kita minta ini diproses. Sebagaimana polisi berani memeriksa Ahok saat itu," ujar Novel saat menyambangi Mapolda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Selasa (26/6).

Pria yang juga merupakan anggota Front Pembela Islam (FPI) itu menuding, pernyataan Rahmat yang menyebut aktivis Alumni 212 serakah berpotensi terhadap situasi keamanan warga Bekasi yang hendak memberikan suara pada tahap pencoblosan Pilkada Jawa Barat yang akan berlangsung, Rabu besok. Terlebih, kata dia, mayoritas warga Bekasi, merupakan basis massa Alumni 212.

"Ini sangat memanas. Ucapan daripada Rahmat Effendi ini menyulut massa yang Bekasi ini mayoritas 212," ujarnya.

Jika polisi tidak memproses kasus tersebut secara profesional, ia mengaku khawatir akan berpengaruh pada pelaksanaan Pilkada Jabar. Pernyataan tersebut ia utarakan sebab, dia pesimistis polisi segera memeriksa Rahmat Effendi, calon petahana yang kembali maju di Pemilihan Wali Kota Bekasi berpasangan dengan Tri Adhianto.

"Kita minta polisi besok ini ada ketegasan sikap gitu untuk bisa memeriksa Rahmat Effendi. Jangan sampai menyulut. Besok ini bisa suasana yang panas, menang kalah ini sangat memanas. Jangan diskriminasi hukum karena Rahmat Effendi pejabat yang walikota yang didukung partai penguasa justru mendukung penista agama untuk kriminalisasi ulama," katanya.

Sebelumnya, Rahmat dilaporkan aktivis Alumni 212 bernama Azwar Anas atas tuduhan telah melakukan tindak pidana pencemaran nama baik. Laporan ini dibuat, menyusul pernyataan Rahmat yang dianggap melecehkan aktivis Alumni 212 ketika menyampaikan pidato di acara Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) beberapa waktu lalu. Rahmat menyebut jika aktivis Alumni 212 merupakan kelompok serakah.

Awalnya, Azwar melaporkan Rahmat ke Bareskrim Polri pada 4 Mei 2018 dan sekarang kasus ini telah dilimpahkan ke Polda Metro Jaya. [bal]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini