Polda Metro Digugat Terkait Penetapan Tersangka 6 Aktivis Papua

Selasa, 22 Oktober 2019 14:31 Reporter : Merdeka
Polda Metro Digugat Terkait Penetapan Tersangka 6 Aktivis Papua Tim Advokasi Papua mengugat Polda Metro Jaya. ©2019Liputan6.com/Ady Anugrahadi

Merdeka.com - Tim Advokasi Papua mengugat Polda Metro Jaya atas penetapan tersangka 6 aktivis Papua dengan tuduhan pengibaran bendera bintang kejora pada saat unjuk rasa di depan Istana Negara, 28 Agustus 2019 lalu.

Keenamnya adalah Surya Anta, Charles Kossay, Dano Tabuni, Isay Wenda, Ambrosius Mulait dan Arina Elopere. Gugatan terdaftar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan no 133/PID.PRA/2019/PN.JKT.SEL.

Salah seorang Tim Advokasi Papua Oky Wiratama Siagian mempersoalkan terkait penangkapan keenam kliennya.

"Prosedur penangkapan didahului panggilan sebagai saksi. Klien kami tidak pernah dipanggil sebagai saksi tiba-tiba ditangkap dan langsung disebut tersangka," ujar dia di PN Jaksel, Selasa (22/10).

Kemudian, yang dipermasalahkan Oky adalah mengenai penggeledahan yang dinilai tidak sah lantaran tanpa disertai suara izin dari pengadilan negeri setempat dan tidak disaksikan oleh dua orang saksi yakni pihak RT maupun RW setempat.

"Yang dilakukan pihak kepolisian terhadap klien kami diduga melakukan perampasan bukan penyitaan," ucap dia.

Oky mengatakan, hingga kini pihak kepolisian tidak bisa menemukan barang bukti berupa bintang bendera bintang kejora. Karena itu, ia mempertanyakan tudingan makar yang dialamatkan ke kliennya.

"Atas dasar apa pihak kepolisian menuduh makar. Bendera tidak pernah ditemukan. Yang disita polisi hanya pakaian dan surat izin demo," ujar dia.

Sementara itu, Tim Advokasi Papua lainnya, Michael Hilman menjelaskan kronologi penangkapan yang dialami dua orang aktivis papua yakni Isay Wenda, dan Ambrosius Mulait pada 31 Agustus sekitar jam 3.15 WIB

Diawali penangkapan Dano Tabuni, dan Charles Kossay di Depok, Jawa Barat. "Setelah penangkapan dibawa ke Polda. Atas protes penangkapan ini datang ke Polda untuk menyerahkan diri kenapa mereka saja yang ditangkap. Kami semua juga bagian dari kawan-kawan ini ingin juga ditangkap," papar dia.

"Selang berapa menit, melakukan aksi di depan polda ada lima orang dipanggil masuk ke polda yang katanya mau audiensi tiba-tiba sampai di Polda langsung atas nama Isay Wenda, Ambrosius Mulait langsung ditangkap dan diikat tangannya terus dibilang tersangka," dia menandaskan.

Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com [eko]

Topik berita Terkait:
  1. Papua
  2. Polisi
  3. Polda Metro Jaya
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini