Polda Metro Akan Patroli Skala Besar Pastikan Warga Tak Takbir Keliling

Sabtu, 23 Mei 2020 17:00 Reporter : Nur Habibie
Polda Metro Akan Patroli Skala Besar Pastikan Warga Tak Takbir Keliling Takbir keliling kampung. ©2013 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, pihaknya akan melakukan patroli skala besar bersama dengan TNI dan stakeholder lainnya malam nanti. Hal itu untuk mengantisipasi apabila ada masyarakat yang melaksanakan takbir keliling.

"Kita akan siapkan juga untuk patroli berskala besar bersama-sama dengan TNI dan pemerintah daerah. Kita lakukan, kita cek nanti apakah ada yang malam takbiran, apakah nanti ada yang Salat Id," kata Yusri, Sabtu (23/5).

Ia menyebut, sebanyak 2.983 personel bakal diturunkan ke jalan dalam patroli tersebut. Namun, secara keseluruhan jumlah personel gabungan yang telah disiagakan berjumlah 4.400 personel.

"Itu yang diturunkan, nah ini yang bergerak yang berada di pos pengamanan, pos preventif. Patroli kita lakukan kegiatan nanti malam," sebutnya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus meminta kepada masyarakat agar mematuhi kebijakan pemerintah dalam penanganan pencegahan virus Covid-19 atau corona. Salah satunya yakni dengan tidak melakukan takbir keliling.

"Pertama ya tolong masyarakat mematuhi kebijakan pemerintah bahwa PSBB di Jakarta ini masih berlaku tidak dikendorkan, apa sih PSBB masyarakat sudah harus tahu batasan apa yang tidak boleh di PSBB," kata Yusri, Jakarta.

Ia mengungkapkan, untuk memastikan tidak adanya takbir keliling. Polisi melalui Babinsanya sudah mulai turun ke setiap kampung-kampung di sejumlah wilayah.

"Jangankan takbiran Salat Id saja ditiadakan di rumah saja itu bukan lagi kultur, makanya semua Babinsa di wilayah semua sudah turun sampaikan ke desa-desa (tidak boleh takbiran) dan sampai sekarang tidak ada yang mengajukan (menyelenggarakan takbiran)," ungkapnya.

Yusri menegaskan, pihaknya akan menghalau masyarakat dengan secara persuasif atau humanis dan bukan langsung membubarkannya apalagi secara paksa apabila masih tetap melakukan takbir keliling.

"Kalau tetap ada yang takbiran kita akan halau mereka semua secara persuasif.. Jangan bubarin itu kasar banget, kalau mereka tetap mau melaksanakan itu kan kita punya tiga pilar ini, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan lain-lain. Nanti akan datang ke sana, secara persuasi humas akan sampaikan sebaiknya jangan, kan beda kalau bubarin," tegasnya. [eko]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Idul Fitri
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini