Polda Lampung Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Korupsi Proyek Jalan

Sabtu, 24 April 2021 15:20 Reporter : Bachtiarudin Alam
Polda Lampung Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Korupsi Proyek Jalan Polda Lampung Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Korupsi Proyek Jalan. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Polda Lampung telah menetapkam lima orang tersangka atas perkara dugaan korupsi PT Usaha Remaja Mandiri (PT URM). Hal itu berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan pada Jumat (23/4) kemarin.

Kabidhumas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad menyebut saat gelar perkara turut dihadiri Dirkrimsus Polda Lampung, Kombes Pol Mestron Siboro Ahli hukum Pidana Unila, Pejabat Utama Ditreskrimsus Polda Lampung dan Penyidik dari Subdit III Tipidkor Fungsi Pengawas Internal dari Inspektorat Pengawas Daerah (Itwasda) dan Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam).

"Dari hasil Gelar Perkara khusus tersebut disimpulkan penetapan beberapa tersangka dari 4 Laporan Polisi dan/atau ke-5 tersangka yaitu, BWU, HE, BHW, SHR, dan terkahir RS," Pandra dalam keteranganya, Sabtu (24/4)

Dari kelima tersangka tersebut terdapat dua orang warga luar Provinsi Lampung sedangkan tiga orang tersangka lainnya masih nunggu keputusan. Keputusan itu berdasarkan persetujuan dan hasil gelar perkara.

Pasal yang disangkakan kepada kelima yakni Pasal 2 atau Pasal 3 UU RI Nomor 31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1)ke 1 KUHPidana dengan hukuman minimal 4,5 tahun penjara.

"Selanjutnya Subdit-III Tipidkor Direktorat Reskrimsus Polda Lampung akan melakukan penyidikan lebih lanjut atas perkara tersebut dengan mengikuti keputusan dari hasil gelar perkara khusus yang telah disepakati," jelasnya

Kasus ini terkait pekerjaan proyek jalan nasional berupa konstruksi preservasi rekonstruksi Jalan Prof Dr Ir Sutami-Sri Bowono-Simpang Sri Bowono tahun 2018 hingga 2019, yang diperkirakan mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp65 miliar.

Sementara, pengembalian uang pengganti kerugian negara telah dikembalikan sebanyak Rp10 miliar yang dilakukan oleh pimpinan PT UMR. Pengembalian itu dilakukan dengan cara dicicil secara bertahap tahap.

Rinciannya, tahap I sebesar Rp3 miliar pada tanggal 6 April 2021, tahap II Rp3 miliar pada 7 April 2021, dan tahap III serta IV dilakukan di 8 April 2021 yang nilainya masing-masing Rp3 miliar dan Rp1 miliar. [ray]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kasus Korupsi
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini