Polda Kalbar Tangkap Pembuat Grup Whatsapp yang Isinya Provokasi Demo

Selasa, 13 Oktober 2020 14:46 Reporter : Lia Harahap
Polda Kalbar Tangkap Pembuat Grup Whatsapp yang Isinya Provokasi Demo Ilustrasi borgol. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Polda Kalimantan Barat menangkap YA yang diduga menjadi provokator aksi demo melalui grup Whatsapp Futsal. Isi percakapan grup WA memprovokasi para anggotanya untuk demo menolak UU Cipta Kerja.

Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Donny Charles Go, mengatakan YA masih berstatus sebagai pelajar ditangkap pada 9 Oktober lalu oleh tim siber Polda Kalbar. Sebelum membuat grup, YA mengaku mengikuti kegiatan konsolidasi di salah satu kampus di Kota Pontianak. Setelah mengikuti kegiatan konsolidasi tersebut, YA membuat grup Whatsapp yang terdiri dari 11 anggota. Dia kemudian mengajak mempersiapkan diri untuk mengikuti aksi demo dengan membawa peralatan seperti batu dan cat pilox.

"Karena postingan tersebut mengandung muatan provokasi dan berita bohong, tim siber mengamankan pelaku dengan barang bukti screenshoot dari grup Whatsapps tersebut. Penyidikan juga akan melibatkan ahli bahasa untuk penanganannya," kata Donny. Demikian dikutip dari Antara, Selasa (13/10).

Selain mengungkap kasus provokator aksi demo, pada 12 Oktober 2020 lalu, Polda Kalbar juga mengamankan seorang pria yang berkomentar hoaks dan menyesatkan di media sosial Facebook dengan menyebutkan ada yang meninggal akibat kekerasan aparat pasca demo oleh mahasiswa pada tanggal 8 dan 9 Oktober 2020 di Gedung DPRD Kalbar.

"Selanjutnya tim siber juga mengamankan seorang pria berusia EB (49) yang memberikan komentar atau informasi hoaks di salah satu postingan video kegiatan demo kemarin," ungkap Donny.

Donny juga menyebutkan, bahwa terkait komentar pelaku di Facebook pihak Polda Kalbar turut memintai keterangan saksi ahli bahasa.

"Pelaku saat ini di tahan oleh Subdit Siber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar, karena menerangkan atau membagikan berita bohong yang tidak sesuai fakta di mana tidak ada korban yang meninggal dunia saat aksi demonstrasi yang dilakukan pada tanggal 8-9 Oktober 2020 lalu di Gedung DPRD Kalbar.

Donny menambahkan, dalam rangka mengantisipasi beredarnya informasi hoaks yang dapat menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban, pihaknya akan terus meningkatkan kegiatan patroli siber. Dia mengajak masyarakat Kalbar untuk bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah terprovokasi dan turut menyebarkan ketika menerima informasi yang belum jelas kebenarannya. [lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini