Polda Jatim Sebut Veronica Koman Berada di Luar Negeri

Rabu, 4 September 2019 18:57 Reporter : Erwin Yohanes
Polda Jatim Sebut Veronica Koman Berada di Luar Negeri Veronica Koman. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Polda Jawa Timur menyematkan status tersangka kepada Veronica Komen karena dianggap sebagai provokator konflik Papua. Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menyebut Veronica sebagai pihak yang selama ini dianggap melakukan penyebaran hoaks dan menebarkan provokasi melalui akunnya di media sosial twitter dengan akun @VeronicaKoman.

Polisi mendeteksi tindakan Veronica ini dilakukannya dari luar negeri. Dia telah memposting berbagai macam persoalan yang menyangkut Papua pascainsiden pengepungan Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya pada Agustus lalu.

"Yang bersangkutan sekarang berada di luar negeri, keluarganya ada di luar negeri," ujarnya, Rabu (4/9).

Kapolda menuturkan, pada saat kejadian kerusuhan di Papua, Veronica tidak berada di lokasi kejadian. Namun akun twitternya sangat aktif memberi gambaran kerusuhan di Papua.

"Dia memberitakan, mengajak, memprovokasi, dimana dia mengatakan ada seruan mobilisasi aksi monyet turun ke jalan untuk besok di Jayapura. Ini pada tanggal 18 Agustus," tambahnya.

Kapolda juga menyebutkan ada unggahan yang menyebut momen polisi mulai menembak ke dalam asrama Papua. Total 23 tembakan termasuk gas air mata. Lalu dia mengunggah tulisan anak-anak tidak makan selama 24 jam, haus dan terkurung, disuruh keluar ke lautan massa.

"Semua kalimat ditulis juga dalam bahasa Inggris," tegasnya.

Dikonfirmasi mengenai sosok dan latar belakang Veronica Koman, Kapolda enggan menjelaskannya. Dia meminta awak media untuk melihat sendiri di akun media sosial Veronica. "Itu bisa dilihat sendiri. Di medsos itu kan ada," kilahnya.

Merdeka.com mencoba mengkonfirmasi status tersangka kepada Veronica melalui direct message (DM) twitter. Namun hingga berita ini diturunkan belum mendapatkan tanggapan resmi.

Unggahan terakhir Veronica tertulis "4/9/19 Merauke, West Papua. Around 20 West Papuans arrested for distributing leaflets on fighting racism."

Sebelumnya, Veronika Koman ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jatim karena dianggap telah menyebarkan hoaks dan provokasi dalam kaitannya dengan Papua. Ia pun dijerat dengan undang-undang berlapis, yakni, UU ITE, KUHP pasal 160, UU no 1 tahun 1946 dan UU no 40 tahun 2008.

Dalam kasus insiden di Asrama Mahasiswa Papua sendiri, Polda Jatim juga telah menetapkan Koordinator aksi pengepungan Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan Surabaya, Tri Susanti alias Mak Susi, sebagai tersangka ujaran kebencian dan provokasi insiden tersebut.

Susi dijerat pasal 45A ayat (2) Jo pasal 28 ayat (2) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), pasal 160 KUHP, pasal 14 ayat (1) ayat (2) dan pasal 15 UU Nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.

Selain Susi, Polda Jatim juga telah menetapkan tersangka lain berinisial SA. Dalam kasus ini, ia diduga melakukan tindak diskriminasi ras. Artinya hingga kini total sudah ada tiga tersangka dalam insiden Asrama Mahasiswa Papua, sejak 16 Agustus lalu. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini