Polda Jateng Tetap Mengacu Larangan Mudik Mulai 6 Mei, Saat Ini Masih Sosialisasi

Jumat, 23 April 2021 17:18 Reporter : Danny Adriadhi Utama
Polda Jateng Tetap Mengacu Larangan Mudik Mulai 6 Mei, Saat Ini Masih Sosialisasi pos pengawasan larangan mudik. ©2020 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Direktorat Lalu Lintas Polda Jateng tetap mengacu pada aturan larangan mudik pada 6 Mei-17 Mei 2021 dengan melakukan penyekatan di sejumlah titik. Petugas terus menggelar giat yustisi guna menekan arus kendaraan yang masuk melalui jalur jalur perbatasan.

"Patokan kita tetap melaksanakan larangan mudik tanggal 6 Mei. Kalau sekarang kita baru lakukan sosialisasi dan edukasi bagi masyarakat," kata Direktur Lalu Lintas Polda Jateng, Kombes Pol Rudy Syafiruddin saat dikonfirmasi, Jumat (23/4).

Adanya aturan pemerintah larangan mudik 22 April 2021, pihaknya belum dimanfaatkan untuk pembatasan kendaraan melainkan baru sebatas menggelar operasi keselamatan dengan menekankan pentingnya menegakkan protokol kesehatan.

"Kita juga gelar operasi cantik supaya pengguna jalan memahami mekanisme larangan mudik yang diberlakukan oleh pemerintah," jelasnya.

Sedangkan saat ini, pihaknya melakukan pembatasan kendaraan yang masuk ke Jateng sebesar 50 persen dari kondisi normal. "Pembatasan dilakukan di rest area jalan tol untuk mengurangi beban arus kendaraan menjelang momentum mudik Lebaran," ungkapnya.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro mengaku saat ini turut serta menyosialisasikan larangan mudik bersama aparat kepolisian di lokasi 14 titik penyekatan.

"Peniadaan mudik tetap dilakukan mulai 6 Mei sampai dengan 17 Mei. Sedangkan H-14 tanggal 22 itu upaya pengetatan di pintu-pintu masuk Jateng sebanyak 14 titik yang dilaksanakan oleh anggota Polri dalam bentuk sosialisasi keselamatan berlalu lintas dan sosialisasi pelarangan mudik," kata Henggar.

Nantinya akan menyekat akses jalur tikus di Kabupaten Brebes untuk mengantisipasi pemudik melintas jalur tikus. Ruas jalan diantaranya Jalan Raya Ketanggungan-Kersana-Bantarsari atau tepatnya di kawasan Bojongsari serta Jalan Raya Bandungsari-Penanggapan.

"Penyekatan akan kita lakukan secara mobile di ruas jalan itu. Paling tidak jumlah pemudik yang masuk Jateng bisa berkurang," pungkas Henggar. [eko]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini