Polda Jateng ringkus komplotan perampok 30 kg emas

Rabu, 6 Juni 2018 12:18 Reporter : Dian Ade Permana
Polda Jateng ringkus komplotan perampok 30 kg emas Polda Jateng ungkap komplotan perampok 30 kilogram emas. ©2018 Merdeka.com/Dian Ade Permana

Merdeka.com - Komplotan perampok emas berhasil ditangkap aparat Polda Jawa Tengah. Pelaku yang berjumlah lima orang dan berasal dari Sulawesi Utara tersebut memiliki peran berbeda.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono mengatakan, di wilayah Jawa Tengah, komplotan ini sudah beraksi setidaknya selama dua tahun.

"Ungkap kasus ini berdasar kejadian di dua TKP, yakni Slawi Kabupaten Tegal dan Grobogan. Dari hasil pengembangan, mereka sudah beraksi setidaknya di tujuh TKP di Jateng dan Jatim," jelasnya di Mapolda Jateng, Rabu (6/6).

Condro mengungkapkan, kejadian di Grobogan berlangsung pada 14 Februari 2018. Komplotan ini menguntit karyawan PT. Sinar Kencana Semarang. Sesampainya di Jalan Raya Purwodadi-Kudus, tepatnya di Desa Klambu Kecamatan Klambu Grobogan, mereka memepet mobil korban dan seolah menjadi debt collector yang menagih utang di jalan.

"Korban diancam dengan pistol, kemudian diborgol, mata dilakban. Dalam keadaan tersebut korban dibuang di Jalan Raya Klambu yang sepi," paparnya. Di lokasi ini, pelaku mendapatkan emas seberat 22 kilogram, uang tunai Rp 220 juta, dan dua HP. Total kerugian Rp 2,8 miliar.

Modus serupa dilakukan pelaku untuk kejadian di Jalan Raya Guci Bukit Siwuni Kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal. Pelaku menggondol emas dari penjual di Toko Emas Makmur Pasar Bojong Kabupaten Tegal. Hasilnya, emas 8 kilogram dan uang tunai Rp 57 juta dengan total kerugian Rp 1,9 miliar.

Para pelaku yang ditangkap adalah JLP selaku eksekutor pengancam, DW dan AT berperan memborgol dan melakban, BE sebagai driver, dan S yang memberi informasi karena pernah bekerja di toko emas.

"Mereka semua ditangkap di Jakarta. Pelaku yang dalam pengejaran ada dua orang, yakni ED dan KT," ungkap Condro.

Dia menjelaskan, barang bukti yang diamankan adalah mobil Fortuner dan Kijang Grand Extra, senjata api merk Browning, uang Rp 230 juta, sisa perhiasan sekitar 10 kilogram. "Mereka ini juga menyimpan sebagian emas hasil pencurian di tanah, karena kan enggak mungkin menjual langsung banyak," tegasnya. [fik]

Topik berita Terkait:
  1. Pencurian
  2. Perampokan
  3. Semarang
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini