KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Polda Bengkulu hanya tunda sementara kasus Kompol Novel

Rabu, 10 Oktober 2012 14:45 Reporter : Yulistyo Pratomo
Novel Baswedan. facebook.com

Merdeka.com - Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu memutuskan menunda penyelidikan kasus dugaan penganiayaan yang diduga melibatkan Kompol Novel Baswedan. Langkah itu dilakukan sesuai dengan instruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat berpidato di Istana Negara, Senin (8/9) malam.

"Sesuai instruksi Presiden SBY, kasus ini ditunda penyidikannya," kata Kabid Humas Polda Bengkulu AKBP Hery Wiyanto di Polda Bengkulu, Rabu (10/10).

Dengan adanya instruksi itu, maka seluruh proses penyidikan terhadap Novel dihentikan sementara. Penghentian ini dilakukan sampai mantan Kasat Reskrim Polda Bengkulu itu menyelesaikan penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan simulator SIM. Namun pasa saatnya, Polda Bengkulu akan kembali menyeret Kompol Novel.

"Sebenarnya dalam KUHAP tidak ada istilah penundaan penyidikan, tapi instruksi presiden karena yang bersangkutan sedang menyidik kasus dugaan korupsi simulator SIM kami patuhi," tambahnya.

Polda Bengkulu menjerat Novel dengan Pasal 351 KUHP. Pada 2004 lalu, Kompol Novel dituduh bersama anak buahnya melakukan penganiayaan terhadap enam tersangka pencurian burung walet. Para tersangka diperintahkan berdiri berjejer sebelum ditembak kakinya, satu di antaranya tewas.

Polda Bengkulu lantas berupaya menjemput paksa Kompol Novel dari gedung KPK pada Jumat (5/10) malam.

Senin malam lalu, Presiden SBY menyampaikan lima poin terkait permasalahan KPK-Polri keinginan Polri untuk melakukan proses hukum terhadap Kompol Novel Baswedan tidaklah tepat, baik dari segi waktu ataupun cara penanganannya. [ian]

Topik berita Terkait:
  1. Cicak Buaya II

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.