Plt Walikota Tasikmalaya Larang Warganya yang Merantau Mudik

Rabu, 21 April 2021 12:41 Reporter : Mochammad Iqbal
Plt Walikota Tasikmalaya Larang Warganya yang Merantau Mudik Penumpang kereta di Stasiun Senen. ©2021 Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tasikmalaya, Muhammad Yusuf meminta agar warganya yang berada di luar kota agar tidak memaksakan diri mudik ke kampung halaman di Kota Tasikmalaya. Hal tersebut menurutnya harus dilakukan untuk kebaikan bersama.

“Ketentuan dari pusat sampai ke bawah sampai ke daerah dan kita ikut masalah seperti itu, jadi jangan ada yang mudik dari luar daerah ke tempat kita. Karena kita juga mengkhawatirkan kalau mereka mudik, Covid-19 masih ada. Kita tidak mau ada klaster mudik, jadi ikuti saja saran pemerintah untuk kebaikan kita semua, untuk kesehatan kita semua, jadi jangan mudik yang sudah diatur oleh pemerintah,” ujarnya, Rabu (21/4).

Kalau ada warga yang ternyata diketahui sudah mudik dan sampai di Tasik, Yusuf mengatakan, dalam hal itu ia akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan. Namun kemungkinan, mereka yang sudah mudik itu akan diminta untuk memperlihatkan hasil tes usap yang menyatakan bebas Covid-19.

“Mereka harus memperlihatkan dulu hasil uji swab atau apa. Kalau tidak ada kita pulangkan, suruh mereka kembali ke tempat asalnya,” katanya.

Walau begitu, Yusuf meyakini, kemungkinan adanya warga yang nekat mudik cukup kecil karena kepolisian pasti akan melakukan penyekatan di setiap daerah.

“Di kita juga ada sekitar 22 tempat penyekatan yang dilakukan oleh pihak kepolisian untuk menghalau. Mereka yang memaksakan mudik datang ke Tasik, mereka akan dipulangkan,” ungkapnya.

Untuk warga Tasik yang melakukan kegiatan bisnis perdagangan di Jakarta, seperti di Tanah Abang, menurut Yusuf, mereka tidak termasuk warga yang mudik saat pulang ke Tasik. Ia menyebut bahwa selama di Jakarta hanya berdagang saja, lalu pulang seperti biasa.

“Mereka itu bukan mudik, tapi dagang. Artinya mereka dagangnya di sana pulangnya ke sini (Tasik). Tapi tetap harus menjaga. Kalau bisa para pedagang itu melaporkan diri ke Dinas Kesehatan untuk diperiksa setelah mereka menjalankan usahanya di Jakarta,” tutup Yusuf. [rnd]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini