PKS Sebut Aneh Bin Ajaib Menteri ke Luar Negeri Tanpa Sepengetahuan Jokowi

Senin, 19 Juli 2021 13:28 Reporter : Ahda Bayhaqi
PKS Sebut Aneh Bin Ajaib Menteri ke Luar Negeri Tanpa Sepengetahuan Jokowi Jokowi Tinjau Kesiapan Rusun Pasar Rumut sebagai Tempat Isolasi. ©Istimewa

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo disebut marah lantaran dua menterinya, Menteri Perdagangan dan Menteri Investasi ke luar negeri di tengah PPKM Darurat.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera justru bingung dengan sikap Presiden Jokowi. Mantan gubernur DKI Jakarta itu seolah tidak tahu menterinya bisa ke luar negeri.

Mardani mengatakan, sebagai pembantu Presiden, menteri seharusnya harus seizin atau melaksanakan perintah Presiden jika ke luar negeri.

"Ini aneh bin ajaib. Menteri adalah Pembantu Presiden. Mestinya berangkat ke luar negeri atas izin dan melaksanakan perintah Presiden," ujarnya melalui pesan singkat, Senin (19/7).

Ia heran peristiwa ini bisa terjadi. Curiga para menteri yang keluar negeri ini kucing-kucingan dengan Presiden bila sampai tidak tahu.

"Mungkin Presiden lupa atau mungkin para menteri kucing-kucingan dengan Presiden untuk keluar negeri?" kata anggota Komisi II DPR RI ini.

Mardani meminta Presiden Jokowi memanggil dua menteri itu dan memberikan klarifikasi.

Ia menyoroti seakan di Istana tidak terjalin komunikasi yang baik antara Presiden dengan para pembantunya.

"Dipanggil dan dilakukan klarifikasi aja. Makanya pernyataan ini jadi aneh bin ajaib. Pertanda tidak ada komunikasi," kata Mardani.

Sebelumnya, sumber merdeka.com menceritakan suasana tegang dalam rapat kabinet terbatas, Jumat (16/7). Hanya dihadiri beberapa orang Menteri Kabinet Indonesia Maju. Dipimpin langsung Presiden Joko Widodo. Pria yang akrab disapa Jokowi itu tidak bisa lagi menahan kekecewaannya. Tak ada lagi kompromi. Melihat perilaku anggota kabinetnya.

Laporan masuk ke meja Presiden. Dua orang menteri melawat ke luar negeri. Dikabarkan berada di Amerika Serikat. Terlibat dalam sebuah rekaman video berdurasi delapan detik. Menteri Perdagangan Muhammad Luthfi dan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Mereka berjalan bersama. Sambil bersendau gurau dan tertawa lepas.

"Jokowi marah saat ratas tadi. Karena ada dua menteri yang ke luar negeri. Ya dua menteri itu," ujar sumber merdeka.com dari balik tembok istana, Jumat (16/7).

Kedua menteri itu terbang ke Amerika Serikat membawa agenda penguatan hubungan ekonomi. Kerja sama Indonesia dengan pemerintahan baru Presiden AS Joe Biden. Luthfi dan Bahlil berada di AS selama sembilan hari. Terhitung 9-18 Juli 2021. Misi keduanya dikabarkan berhasil membawa pulang investasi USD 350 juta atau setara Rp5,068 triliun. Tapi bukan itu yang membuat Jokowi marah.

Kunjungan ke luar negeri dilakukan tidak pada waktunya. Kondisi di tanah air tengah genting. Lonjakan kasus Covid-19 terjadi. PPKM Darurat diterapkan untuk membatasi aktivitas. Sementara menterinya, justru terbang ke belahan benua lain.

"Jokowi marah banget sama dua menteri itu," lanjut sumber tersebut. [lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini