PKS kritisi polisi tak memproses pelaporan pada pembully partai oposisi

Selasa, 6 Maret 2018 12:41 Reporter : Ahda Bayhaqi
PKS kritisi polisi tak memproses pelaporan pada pembully partai oposisi Hidayat Nur Wahid. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengimbau kepolisian agar tidak menyeret-nyeret masalah politis dalam pengungkapan grup penyebar hoaks MCA Family. Dia minta polisi tegakkan hukum secara berkeadilan tanpa melihat kepentingan di baliknya.

"Sebaiknya polisi jangan ngomong politik sebaiknya polisi ngomongnya hukum karena polisi itu adalah penegak hukum bukan pengikut partai politik maupun pengikut kepentingan politik apapun jadi polisi adalah alat negara," kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (6/3).

Dia minta polisi juga tak melulu memberangus pihak-pihak yang bersebrangan dengan pemerintah. Wakil Ketua Majelis Syuro PKS ini meminta polisi juga mengungkap pihak yang kerapkali buat hoaks terhadap pihak kontra dengan pemerintah. Hal ini guna memperjelas mana yang sesungguhnya disebut dengan hoaks.

"Tapi kalo kemudian membully para ulama atau mengkritisi, bahkan membully partai-partai di luar pemerintah tidak dipermasalahkan. Dilaporkan pun tidak lanjut. Itu bukan penegakan hukum yang dibasiskan kepada keadilan," jelasnya.

Meski begitu dia menegaskan menolak penyebaran hoaks yang berupaya mengadu domba di tahun politik ini. Hidayat tak sepakat cara-cara yang dipakai seperti yang dilakukan MCA Family ini.

"Tapi sekali lagi kami tentu menolak segala bentuk hoaks penyebaran fitnah dan penyebaran adu domba motif apapun, motif politik ataupun non politik ini semuanya adalah sesuatu yang tidak dibenarkan di Indonesia," kata dia.

Sebelumnya, Korps Bhayangkara terus mendalami dalang dibalik MCA Family. Diduga grup tersebut kental dengan motif poltik ketimbang motif ekonomi seperti Saracen yang menjualbelikan ujaran kebencian. Kepala Satuan Tugas Nusantara Irjen Pol Gatot Eddy Purnomo menegaskan akan menindak siapapun dalangnya meski terlibat dengan partai politik sekalipun.

Seperti diketahui, Dittipid Siber Bareskrim Polri menangkap tujuh orang pelaku ujaran kebencian dan membuat berita bohong yakni Rizki Surya Dharma (35), Ramdani Saputra (39), Yuspiadin (24), Ronny sutrisno (40) dan Tara Arsih Wijayani (40), Bobby Gustiono. Tujuh orang tersebut tergabung dalam Muslim Cyber Army (MCA).

MCA sendiri ternyata mempunyai empat kelompok jaringan yang mempunyai kerja masing-masing kelompok tersebut. Pertama, kelompok The Family MCA yang mempunyai sembilan orang admin dalam group tersebut bertugas untuk merencanakan dan mempengaruhi member lain.

Yang kedua yaitu kelompok Cyber Moeslim Defeat Army yang memiliki 145 member, dalam kelompok tersebut bertugas untuk melakukan setting isu hoax yang akan diviralkan. Selanjutnya yaitu Kelompok Snipper yang mempunyai 177 member dalam kelompok itu bertugas untuk menyerang seseorang atau kelompok yang diduga lawan MCA. Dan yang terakhir yaitu MCA United yang merupakan grup terbuka bagi siapa yang memiliki visi-misi MCA. [ded]

Topik berita Terkait:
  1. PKS
  2. Presiden Jokowi
  3. MCA Family
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini