PKS Belum Tahu Video Diduga Kader Partai Sebut Jokowi akan Hapus Pendidikan Agama

Selasa, 5 Maret 2019 15:12 Reporter : Salviah Ika Padmasari
PKS Belum Tahu Video Diduga Kader Partai Sebut Jokowi akan Hapus Pendidikan Agama Tangkapan layar video seorang perempuan sebut Jokowi bakal hapus pendidikan agama. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Selatan Ariady Arsal mengaku belum tahu, terkait video diduga kader partainya yang menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan hapus pendidikan agama. Dalam video tersebut, seorang perempuan yang mengenakan baju ada gambar padi dan dua bulan sabit mirip lambang PKS, diduga melakukan kampanye hitam.

"Saya tidak tahu mengenai video itu, belum lihat videonya dan juga belum ada yang tersebar di grup-grup internal kami," kata Ariady Arsal yang kini maju di Pemilu Legislatif DPR lewat Dapil I, Selasa (5/3).

Dalam video berdurasi 00.45 detik tersebut, seorang perempuan yang belum diketahui identitasnya berbicara mengenai pendidikan agama yang akan dihapus oleh Jokowi.

Video tersebut beredar luas di kawasan Makassar. Namun belum diketahui lokasi pastinya, apakah di Sulawesi Selatan atau bukan. Perempuan dalam video tersebut mengenakan jilbab oranye dan pakaian dengan bergambar padi serta dua bulan sabit, mirip lambang salah satu partai politik.

Berikut isi pembicaraan video itu:

"Kita pikirkan nasib agama kita, anak-anak kita. Walau kita yang tidak menikmati, tapi 10, 5 tahun ke depan ini apa kita mau pelajaran agama di sekolah dihapus oleh Jokowi bersama menteri-menterinya. Itu kan salah satu programnya mereka. Yang pertama pendidikan agama dihapus dari sekolah-sekolah. Terus rencana mereka, menggantikan pesantren menjadi sekolah umum".

Menanggapi hal itu, Bawaslu Makassar sedang melakukan identifikasi detail. Pihaknya belum bisa memastikan apakah video tersebut direkam di wilayah Makassar atau bukan.

"Kita langsung berkoordinasi dengan Bawaslu Sulsel. Supaya ini di-share ke internal untuk diidentifikasi tempatnya, apakah memang di wilayah Makassar, Sulsel atau bukan," ujar Ketua Bawaslu Makassar Nursari kepada wartawan, Selasa (5/3).

Dari isi video, Nursari menduga ada unsur kampanye hitam. Namun untuk membuktikan hal tersebut, perlu dilakukan pendalaman lebih lanjut.

"Kita juga belum bisa memastikan black campaign. Yang jelas memang ada dugaan black campaign," terangnya. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini