PKPI sebut penyiraman air keras ke Novel tindakan biadab

Selasa, 11 April 2017 12:24 Reporter : Muhammad Sholeh
PKPI sebut penyiraman air keras ke Novel tindakan biadab PKPI. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) mengecam keras tindakan penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Sekretaris Jenderal PKPI Imam Anshori Saleh menyatakan, aksi teror brutal terhadap Novel tak bisa dibiarkan.

"Itu tindakan yang sangat biadab. Karena itu polisi harus mengusut tuntas dan menemukan pelakunya berikut motif penyerangannya," kata Imam kepada wartawan di Jakarta, Selasa (11/4).

Mantan komisioner Komisi Yudisial (KY) itu pun mengimbau para penyidik KPK dan penegak hukum lain perlu lebih berhati-hati. Menurutnya, para penegak hukum harus mendapat perlindungan yang cukup.

"Jangan sampai para penyidik ketakutan dalam menjalankan tugasnya," lanjut Imam.

Menurut Imam, pelaku teror ke Novel pasti orang suruhan. Imam meyakini ada pihak yang sangat terganggu oleh kiprah mantan polisi itu dalam menangani kasus korupsi.

Meski demikian Imam meminta KPK tak ciut nyali karena teror. Menurutnya, KPK pasti akan mengantongi banyak dukungan dalam pemberantasan korupsi.

"Ini memang tantangan berat. PKPI akan terus mendukung langkah KPK dalam memberantas korupsi, " tuturnya.

Diketahui, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan disiram air keras usai melaksanakan salat Subuh di dekat rumah. Novel tak melihat wajah pelaku karena menggunakan helm.

"Tidak bisa melihat wajah pelaku, karena menggunakan helm," kata adik Novel, Taufik Baswedan, Selasa (11/4).

Menurutnya, pelaku berjumlah dua orang. Keduanya berboncengan sepeda motor.

Banyak yang berspekulasi teror yang menimpa Novel merupakan buntut dari kasus e-KTP. Kasus mega korupsi tersebut saat ini sudah masuk ke persidangan dan menguak nama-nama besar.

[msh]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini