Pius pernah minta agar Prabowo diseret ke Mahkamah Militer

Sabtu, 17 Mei 2014 08:35 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Pius pernah minta agar Prabowo diseret ke Mahkamah Militer Pius Lustrilanang. ©istimewa

Merdeka.com - Salah satu aktivis Aldera (Aliansi Demokratik Rakyat) Pius Lustrilanang menjadi salah satu korban penculikan yang kembali para kerusuhan 1998. Kala itu, Pius sangat yakin pelaku penculikan dirinya adalah Tim Mawar yang juga anggota Kopassus saat itu dikomandoi oleh Letjen TNI Prabowo Subianto.

Pius diculik di depan RSCM, pada 2 Februari 1998. Ketika diculik, dia adalah karyawan di ISAI (Institut Studi Arus Informasi) serta Sekretaris Jenderal Solidaritas untuk Amien dan Mega (SIAGA).

Menurut pengakuannya yang ditulis dalam buku Prabowo Sang Kontroversi adalah biang dari penculikan adalah mantan Presiden Soeharto. Selain itu, jumlah pelaku penculikan tidak hanya 10 anggota Tim Mawar yang sudah divonis hukuman.

"Yang nganterin makan saja setiap harinya ada lima belas orang. Di hari-hari terakhir saya disekap, petugasnya ada sekitar 20 orang. Penculikan ini melibatkan satu kesatuan. Jadi, jumlah pelakunya tentu banyak dong," kata Pius dalam buku itu di halaman 40 dikutip merdeka.com, Sabtu (17/4).

Dia menuding pelakunya adalah Prabowo, Panglima ABRI Feisal Tanjung dan Panglima tertinggi ABRI Soeharto. "Prabowo harus diseret ke Mahkamah Militer! Begitu juga Panglima ABRI (waktu itu) Feisal Tanjung dan Panglima tertinggi ABRI Soeharto. Mereka juga harus bertanggung jawab dan diseret ke pengadilan," cetus Pius di buku itu.

Setelah kembali dari penculikan itu, Pius pun pergi ke Belanda. Di sana, dia mengkampanyekan tentang banyaknya penculikan yang terjadi di Indonesia.

Namun lambat laun, Pius justru malah bergabung ke partai pimpinan Prabowo yakni Gerindra. Bahkan Pius saat ini menjadi anggota Komisi I DPR dari fraksi Gerindra.

Di sejumlah kesempatan wawancara, Pius justru membela Prabowo. Dia menilai, Prabowo tidak bersalah dalam penculikan tersebut.

Pius malah menyalahkan Soeharto seorang. Sebab Prabowo sebagai anak buah dan prajurit, harus menjalankan perintah dari seorang pimpinan. Pembelaan ini dilakukan Pius kepada Prabowo setalah dirinya bertemu langsung tatap muka dengan Prabowo. Di sana, Prabowo menceritakan kisah penculikan tersebut. [has]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini