Pindah Kewarganegaraan, 5 WNA Berikrar Setia ke NKRI

Senin, 2 September 2019 14:37 Reporter : Erwin Yohanes
Pindah Kewarganegaraan, 5 WNA Berikrar Setia ke NKRI 5 WNA Berikrar Setia ke NKRI. ©2019 Istimewa

Merdeka.com - 5 Warga Negara Asing (WNA) berikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mereka pun memilih meninggalkan tanah kelahirannya dan menjadi warga negara Indonesia.

Kelima WNA tersebut antara lain, dua orang biarawati sekaligus suster di Rumah Sakit Katolik St Vincentius a Paulo, yakni Lydia Mercado Ramos dan Delia Sotto Abear. Mereka sama-sama lahir di Filipina. Lydia di Manila pada 3 Agustus 1931, sedangkan Delia di Irosin Sorsogon pada 5 April 1968. Kemudian, Alim Anthony, asal Singapura, Chen Guijian dan Han Youliang warga asal China.

Ikrar kelima WNA ini diambil berbarengan dengan pengambilan sumpah terhadap dua Pejabat Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) juga dilantik.

Pengambilan sumpah itu dipimpin langsung Kakanwil Kemenkum HAM Jatim Susy Susilawati. Pelantikan yang dihadiri Kadiv Yankumham Hajerati dan Kadiv Keimigrasian Pria Wibawa itu dilaksanakan di Ruang Teleconference.

Biarawati Lydia Mercado mengatakan, dirinya sudah cukup lama mengabdi sebagai biara suster di Rumah Sakit Katolik St Vincentius a Paulo Surabaya. "Saya mengabdi sejak tahun 1979 di Biara Suster di Rumah Sakit Katolik St Vincentius a Paulo Surabaya," ujar Lydia, Senin (2/9).

Di rumah sakit yang lebih familiar disebut dengan nama Rumah Sakit RKZ itu, keduanya melayani masyarakat. Rumah sakit tersebut memang di bawah naungan Gereja Katolik Katedral Hati Kudus Yesus Jl Polisi Istimewa itu melayani semua orang yang sakit dan miskin.

"Saya sangat mencintai Indonesia, sehingga bahagia menetap dan tinggal di sini," sambung Delia.

Dalam kesempatan tersebut, keduanya mendapatkan dukungan dari koleganya sesama suster yang dipimpin Romo Eko Budi Susilo. Di tempat yang sama, Alim Anthony (asal Singapura), Chen Guijian dan Han Youliang (China) juga diambil sumpahnya. Sedangkan Ivan Dhanny Setyawan (Kanim Tanjung Perak) dan Setyo Wahyudi (Satpol PP Kota Blitar) dilantik menjadi PPNS.

Dalam sambutannya, Susy berharap, pelantikan dan pengambilan sumpah setia ini tidak hanya menjadi acara seremonial belaka. Namun, seluruh peserta yang diambil sumpahnya harus bisa memasukkan dalam sanubarinya.

"Kami mengimbau agar dalam waktu 14 hari saudara segera mengembalikan dokumen kewarganegaraan asingnya dan segera mengembalikan berkas saudara kepada Kantor Imigrasi sesuai dengan tempat dan kedudukan Saudara, sehingga seluruh rangkaian proses diperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia bagi saudara menjadi lengkap," pesan Susy. [eko]

Topik berita Terkait:
  1. WNI
  2. Kemenkumham
  3. Surabaya
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini