Pimpinan KPK malu tiap datang ke DPR ditagih kasus RJ Lino

Senin, 23 Juli 2018 14:27 Reporter : Sania Mashabi
Pimpinan KPK malu tiap datang ke DPR ditagih kasus RJ Lino RJ Lino diperiksa Bareskrim. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarief menegaskan, kasus pengadaan Quay Container Crane Pelindo II yang menyeret nama mantan Dirut Pelindo II, RJ Lino akan segera diselesaikan. Hal itu ia katakan untuk menjawab pertanyaan Anggota Komisi III dari Fraksi PDI P, Junimart Girsang.

"Tetapi Pak Firli (Deputi penindakan KPK) sudah berjanji pada kami dalam waktu dekat akan selesai," kata Laode dalam rapat kerja Komisi III DPR dengan KPK di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/7).

Laode mengaku malu jika ingin datang ke DPR. Sebab hingga kini masalah RJ Lino belum juga selesai dan disidangkan. Namun dia menjamin pemberkasan kasus tersebut akan segera selesai dan disidangkan.

"Soal kasus dikatakan oleh Pak Junimart tentang Lino, Insya Allah Pak, ini sudah saya juga malu Pak ini, setiap saya mau ke sini saya ngomongin tentang ini," ungkapnya.

"Apa lengkap dan tidak lengkap nanti pengadilan yang memutuskan," ucapnya.

Diketahui, RJ Lino ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menyalahgunakan wewenangnya sebagai Dirut Pelindo II. RJ Lino menyalahgunakan jabatannya untuk memperkaya diri sendiri, orang lain dan korporasi.

KPK menetapkan Dirut PT Pelindo RJ Lino sebagai tersangka pada Jumat 18 Desember 2015. Penetapan Lino sebagai tersangka merupakan hasil dari pengembangan dari laporan masyarakat kemudian naik ke penyelidikan dan dilakukan pendalaman.

RJ Lino diketahui memerintahkan penunjukan langsung pada perusahaan asal Tiongkok yakni Wuxi Huangdong Heavy Machinery sebagai pelaksana proyek pengadaan tiga unit QCC. [rnd]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini