Pimpinan KPK Disarankan Fokus Cari Harun Daripada Sibuk Safari

Selasa, 11 Februari 2020 11:26 Reporter : Merdeka
Pimpinan KPK Disarankan Fokus Cari Harun Daripada Sibuk Safari Sertijab Dewas dan Komisioner KPK Baru. ©2019 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) kembali mengkritik gaya kepemimpinan Firli Bahuri sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Terlebih, Firli dan pimpinan KPK beberapa kali melakukan safari ke sejumlah instansi.

Peneliti ICW Kurnia Ramadhana mengatakan, seharusnya Firli dan komisioner KPK lainnya fokus menangani perkara dibanding melakukan pertemuan ke beberapa lembaga.

Dalam pandangannya, lebih baik pimpinan KPK menjelaskan kepada publik upaya yang dilakukan KPK untuk memburu tersangka kasus suap yang juga politikus PDIP Harun Masiku. Sebab, sudah lebih dari satu bulan pasca-ditetapkan sebagai tersangka, Harun belum juga ditemukan.

"Pimpinan KPK bukannya malah serius menangani perkara ini, akan tetapi justru malah terlalu sering safari ke beberapa lembaga negara," ujar Kurnia saat dikonfirmasi, Selasa (11/2).

Melihat gaya kepemimpinan Firli cs di lembaga antirasuah yang gemar safari, Kurnia menganggap wajar jika masyarakat memandang pimpinan KPK jilid V ini tak serius menangani sebuah perkara.

Tak hanya itu, lanjut dia, masih ada beberapa faktor lain yang membuat pimpinan KPK dinilai tak serius menangani perkara.

"Misalnya saja merujuk pada kegagalan KPK dalam menyegel kantor PDIP, kegagalan pimpinan KPK menjelaskan apa yang terjadi di PTIK, dan perihal kantor DPP PDIP yang sampai saat ini tak kunjung digeledah oleh KPK," kata Kurnia.

ICW menuntut Firli cs serius menakhodai lembaga antirasuah. "Pimpinan KPK harus menjelaskan kepada publik tenggat waktu pencarian Harun Masiku. Sebab, proses ini sudah terlalu berlarut-larut," kata Kurnia.

1 dari 2 halaman

Polisi Kesulitan Cari Harun

Teka-teki keberadaan politisi PDIP Harun Masiku hingga kini masih misteri. Tersangka suap anggota komisioner KPU Wahyu Setiawan itu lenyap bak ditelan bumi sejak 8 Januari lalu. Sudah lebih dari 30 hari sejak penyidik KPK menangkap sejumlah orang terkait kasus suap tersebut.

Polri masih memburu tersangka dugaan suap Pergantian Antara Waktu (PAW), Harun Masiku. Menurut Karopenmas Divisi Humas Mabes, Polri Brigjen Argo Yuwono, anggota polisi dari berbagai daerah sudah dikerahkan untuk mencari keberadaan Harun.

"Semuanya tetap berjalan ya untuk memburu DPO HM ya. Kita masih menunggu dari tingkat Polres dan Polda-Polda di wilayah apakah sudah menemukan atau belum," ucap Argo di Ruang Rapat Utama Mabes Polri, Jakarta, Selasa (11/2).

Argo menyebut polisi kesulitan memburu tersangka lantaran informasi yang minim. Termasuk saat polisi mencari di kediaman tersangka yang masih tetap nihil.

"Di tempat nongkrong pun tidak ada. Di tempat-tempat lain yang sering tempat nongkrong kita cari juga tidak ada ya. Semuanya, di tempat saudara juga tidak ada," ungkap dia.

Argo berjanji jika pihaknya telah menangkap yang bersangkutan, polisi akan segera menyerahkannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Semuanya masih bergerak ya, masih berjalan. Tentunya nanti kalau sudah ditangkap akan kita serahkan ke KPK," ucapnya.

Pengejaran Harun Masiku juga dilakukan oleh Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat. Bahkan Polda Jabar juga telah menginstruksikan kepada setiap jajarannya untuk turut mencari buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Harun Masiku.

Kabidhumas Polda Jawa Barat, Kombes Saptono Erlangga mengatakan, intruksi tersebut meneruskan pesan dari Kapolri, Jenderal Polisi Idham Azis untuk mencari keberadaan Harun Masiku.

"Itu kan sudah instruksi, DPO-nya sudah ada, tindak lanjuti juga kita ke jajaran," kata Erlangga di Bandung, Senin (10/2).

Namun, menurut dia, Polda Jawa Barat tidak berencana membentuk tim khusus terkait pencarian Harun Masiku. Saat ini, setiap jajaran Polres hanya menjalankan tugas tersebut seperti biasanya mencari orang yang masuk ke daftar pencarian orang (DPO).

Apabila tertangkap di wilayah Jawa Barat, Harun Masiku akan langsung diserahkan kepada pihak KPK sebagaimana hukum yang berlaku.

"Kalau ketangkap di Jabar kita langsung serahkan ke KPK. Karena kan kasusnya di sana kita hanya membantu saja," ujar Erlangga.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum berhasil menangkap politikus PDIP Harun Masiku, buronan kasus dugaan suap terhadap mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan terkait penetapan anggota DPR RI periode 2019-2024.

2 dari 2 halaman

KPK Klaim Terus Mencari Harun

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengklaim, tim lembaga antirasuah masih terus mencari keberadaan Harun. Bahkan, menurut Ali, pergerakan tim lembaga antirasuah diminta dipercepat guna menemukan Harun.

"Hari ini yang kami sampaikan adalah, bahwa penyidik terus mencari keberadaan yang bersangkutan. Dan tadi kita sudah memerintahkan penyidik untuk terus mencari, pergerakan harus dipercepat," ujar Ali di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (10/2).

Menurut Ali, tak ada kendala yang dialami tim lembaga antirasuah dalam mencari keberadaan Harun. Harun Masiku sendiri sudah genap satu bulan menyandang status tersangka, dan belum tertangkap.

"Tidak ada kendala. Itu memang terakhirkan penyidik menyebarkan (informasi) DPO ke seluruh Indonesia. Hari ini yang kami ketahui dari pimpinan juga memerintahkan untuk terus mencari keberadaan yang bersangkutan dan menangkapnya," kata Ali.

Politikus PDIP Harun Masiku dijerat sebagai tersangka kasus dugaan suap terhadap mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan terkait penetapan anggota DPR terpilih 2019-2024.

Tak hanya Harun Masiku dan Wahyu Setiawan, KPK juga menetapkan dua tersangka lainnya dalam kasus tersebut. Yakni mantan Anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, dan Saeful Bahri pihak swasta.

Pemberian suap untuk Wahyu itu diduga untuk membantu Harun dalam Pergantian Antar Waktu (PAW) caleg DPR terpilih dari Fraksi PDIP yang meninggal dunia yaitu Nazarudin Kiemas pada Maret 2019. Namun dalam pleno KPU pengganti Nazarudin adalah caleg lainnya atas nama Riezky Aprilia.

Wahyu diduga sudah menerima Rp600 juta dari permintaan Rp900 juta. Dari kasus yang bermula dari operasi tangkap tangan pada Rabu, 8 Januari 2020 ini, tim penindakan KPK menyita uang Rp400 juta.

Reporter: Fachrur Rozie
Sumber: Liputan6.com [noe]

Baca juga:
Polda Jabar Perintahkan Semua Polres Buru Harun Masiku
Effendi Simbolon Tegaskan Tak Ada Perpecahan di PDIP Terkait Harun Masiku
Dalami Kasus Suap Wahyu Setiawan, KPK Periksa Eks Kepala Sekretariat DPP PDIP
Diperiksa KPK, Riezky Aprilia Mengaku Tak Tahu Soal Suap PAW Harun Masiku
Anggota DPR Riezky Aprilia Dipanggil KPK Terkait Kasus Harun Masiku

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini